Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses Sail To Indonesia 2026 di Ohoi Dullah

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.-Sebanyak 53 kru wisatawan mancanegara dari 12 negara mengikuti kegiatan _Wonderful Sail To Indonesia 2026_ di Kota Tual.

Para wisatawan tiba secara bertahap menggunakan 20 kapal layar sejak 10 Juli hingga 21 Juli 2026.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H. di Ohoi Dullah, Kecamatan Dullah Utara pada 16 Juli 2026.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual Lajania Madamar, S.Sos. kepada media ini, Selasa (28/7/2026).

Lajania menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi, ucapan terima kasih dan penghargaan yang sangat tinggi kepada rekan-rekan mitra, terutama instansi vertikal mulai dari pimpinan sampai staf, seperti Karantina Tual UPP Kelas II, Bea Cukai Tual, Imigrasi Tual, BMKG Tual, Balai Stasiun Radio Pantai Kota Tual, Telkomsel, PT Pertamina Tual, Poltek Negeri Tual, Bank BPD Maluku, Bank BRI, Bank BNI Cabang Tual, serta TNI-Polri yang mendukung keamanan dan ketertiban umum di Kota Tual,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan OPD Kota Tual yang bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan _Wonderful Sail To Indonesia 2026_ di Ohoi Dullah.

“Dengan segala kontribusi dan kolaborasi yang baik, kami berharap ke depan kita lebih tingkatkan dan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Tual,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan dimulai 17 Juli 2026. Para wisatawan mengikuti Upacara HUT ke-19 Kota Tual di Lapangan Lodar-El. Setelah itu mereka melakukan tur wisata ke Ohoi Taar untuk mengenal kearifan lokal Kota Tual.

“Kami perkenalkan pembibitan benih teripang, wisata bahari di teluk dengan hutan mangrove. Selain itu mereka berkunjung ke Tubuh Injil di Taar, pusat penyebaran agama Protestan pertama di Kepulauan Kei. Kemudian makan siang di Gazebo Pantai Taar sambil kami jelaskan tentang sistem sosial budaya dan keindahan alam Kota Tual,” jelas Lajania.

Agenda pelestarian lingkungan juga dilakukan. Para wisatawan terlibat penanaman terumbu karang di Pulau Bair, penanaman anggrek, dan penebaran benih teripang di depan Ohoi Dullah. Kegiatan ini dipadukan dengan sesi adat _sasi_ atau _hawear_ sebagai bentuk pelestarian budaya.

“Penebaran benih teripang sebagai bentuk peningkatan ekonomi masyarakat. Di sisi lain menampilkan cara masyarakat Kei melestarikan warisan budaya _sasi_ agar alam dan budaya terus dirawat sepanjang masa,” katanya.

Pada 19 Juli, wisatawan diberikan hari bebas dengan didampingi _tour guide_ lokal atau “Duta Wisata”. Mereka mengunjungi Pasar Marine untuk melihat kuliner khas seperti embal, serta berkunjung ke kebun di Ohoi Lebetawi untuk melihat cara masyarakat bercocok tanam.

Dampak Ekonomi Langsung ke Masyarakat

Menurut Lajania, kehadiran wisatawan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan data tim, satu orang wisatawan mancanegara rata-rata membelanjakan Rp950 ribu hingga Rp1 juta per hari.

“Dari tanggal 10 sampai 20 mereka belanja setiap hari. Bahkan mereka ke PTC untuk membeli peralatan seperti salon untuk kapal. Jika kita hitung 53 orang dikali Rp1 juta per hari, maka sudah ada uang yang beredar di masyarakat. Belum lagi transportasi roda dua dan roda empat, cafe, dan restoran yang sudah kita koordinasikan,” terangnya.

Di akhir, Lajania menyadari masih ada kekurangan dalam tahapan persiapan, koordinasi, komunikasi dan infrastruktur. Ia berharap catatan ini menjadi bahan evaluasi.

“Kami mengucapkan hormat kepada Bapak Wali Kota Akhmad Yani Renuat S. Sos M. Si M.H, Wakil Wali Kota H. Amir Rumra, S.Pd., M.Si., dan Pj Sekda Ridwan Fadirubun atas dukungan sehingga pelaksanaan _Sail To Indonesia_ di Kota Tual berjalan baik dan lancar. Insya Allah jika tahun depan diberi kesempatan lagi, akan kami perbaiki dengan lebih baik,” pungkasnya.(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *