Tualterkini.com.– Kawasan Wisata Danau Waren di Ohoi Ngadi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual resmi direaktivasi melalui gelaran “Katong Pung Danau Waren” pada Minggu (26/7/2026).
Perhelatan ini menjadi langkah awal sinergi antara tradisi lokal, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Acara yang berlangsung sejak itu dihadiri Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., pimpinan organisasi peringkat daerah (OPD) lingkungan pemerintah Kota Tual, tokoh adat, Pemerintah Ohoi Ngadi, Tim KKN-PPM UGM Tualang Tual, serta masyarakat yang memadati lokasi.

Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., mewakili Walikota Tual Akhmad Yani Renuat S. Sos., M. Si., M. H “menilai tema kegiatan ini merupakan panggilan moral untuk menjaga kawasan Danau Waren.
“Tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi merupakan seruan moral bagi kita semua bahwa Danau Waren milik bersama yang wajib kita jaga dan lestarikan. Danau Waren merupakan salah satu anugerah Tuhan yang memiliki nilai ekologis, budaya, pendidikan, dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Kota Tual, khususnya Ohoi Ngadi,” ujarnya.
Amir juga mengapresiasi kolaborasi Tim KKN UGM 2026, Pemerintah Ohoi Ngadi, dan warga. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah KKN selesai.
“Atas nama Pemerintah Kota Tual, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Perlu kami ingatkan kepada Pejabat Ohoi dan jajarannya, adik-adik mahasiswa hadir memberikan motivasi. Mudah-mudahan ketika mereka selesai, semangat ini harus tetap terjaga dan dilanjutkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak warga menjaga kebersihan danau dengan berlandaskan falsafah Kei “Ain Ni Ain” yang berarti kita semua satu keluarga.
Pemerintah Ohoi Dorong Jadi Agenda Tahunan
Senada, Pejabat Ohoi Ngadi Hasan Bugis menyebut Danau Waren sebagai aset berharga yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan Ohoi Ngadi. Saya berharap Festival Danau Waren dapat menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dengan semangat gotong royong,” harapnya.
Rangkaian Acara dan Masterplan Pengembangan
Festival dimeriahkan penampilan seni budaya lokal. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simbolisasi penanaman mangrove di tepi danau oleh Wakil Wali Kota, pelelangan anggrek di Rumah Apung, peninjauan lapak UMKM produk olahan warga Ohoi Ngadi, layanan cek gigi gratis, hingga Workshop Meronce Anak di area gazebo.
Ketua Pelaksana Tim KKN-PPM UGM Tualang Tual Subunit Ngadi, Beatrix Queensha Ladyadenta dari Prodi Pariwisata UGM, mengatakan program ini berawal dari observasi dan diskusi bersama masyarakat.
“Dari proses tersebut, kami melihat Danau Waren memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun masih memerlukan penataan kawasan, penguatan aktivitas wisata, promosi, serta arah pengembangan yang lebih terintegrasi,” tuturnya.
Sebagai langkah konkret, tim kini tengah menyusun _Mini Masterplan Pengembangan Danau Waren Berbasis Masyarakat_. Dokumen itu mencakup analisis potensi wisata, pemetaan denah kawasan, penggalian cerita rakyat, hingga rekomendasi penguatan kelembagaan lokal.
“Masterplan ini akan terus disempurnakan dan diserahkan kepada Pemerintah Ohoi Ngadi pada akhir masa pelaksanaan KKN,” pungkas Queen. (RF)