Wakil Wali Kota Tual Buka Diseminasi Strategi Pengelolaan Keuangan Haji BPKH

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.- Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra membuka secara resmi kegiatan Diseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia di Aula Kantor Wali Kota Tual, Selasa (3/11/2026).

Pada kesempatan itu, Amir Rumra membacakan sambutan Wali Kota Tual H. Akhmad Yani Renuat pada acara pembukaan diseminasi.

 Amir mengatakan, kegiatan diseminasi ini memiliki arti penting dan strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana dana haji dikelola, dikembangkan, diawasi, dan dipertanggungjawabkan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Gerindra Dapil Maluku F. Alimudin Kolatlena, Anggota Komite Audit BPKH RI Ismail yang hadir secara virtual sebagai narasumber, dan narasumber Hj. Samsia Ingfatubun.

Hadir pula Asisten I Sekda bersama OPD terkait, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tual beserta staf, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tual beserta jajaran KUA se-Kota Tual, para Camat se-Kota Tual, Ketua MUI Kota Tual, Ketua dan perwakilan BKMT Kota Tual, calon jemaah haji Kota Tual tahun 2027, serta unsur media.

Dalam sambutannya, Wali Kota melalui Wakil Wali Kota menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan keagamaan, melainkan panggilan spiritual yang membutuhkan kesiapan, kesabaran, pengorbanan, dan kemampuan finansial.

“Oleh karena itu, dana haji yang dihimpun dari para calon jemaah merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujar Amir.

Ia menjelaskan, pengelolaan keuangan haji tidak hanya berbicara tentang pengumpulan dan pengembangan dana, tetapi juga menyangkut keamanan dana, penjagaan nilai manfaat, kepatuhan terhadap prinsip syariah, serta keberlanjutan penyelenggaraan haji bagi generasi sekarang dan mendatang.

Menurutnya, transparansi dan pengawasan menjadi dua aspek yang tidak terpisahkan untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola.

Pemerintah Kota Tual berharap diseminasi ini dapat menjadi ruang edukasi dan komunikasi antara BPKH dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi pengelolaan keuangan haji, termasuk mekanisme tata kelola, pengendalian risiko, prinsip kehati-hatian dalam investasi, dan sistem pertanggungjawaban.

“Kegiatan ini hendaknya menjadi ruang edukasi dan komunikasi antara BPKH dengan masyarakat, sehingga informasi berkaitan dengan pengelolaan keuangan haji dapat disampaikan secara terbuka, tepat, dan mudah dipahami,” katanya.

Amir juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan masukan konstruktif. Ia meminta jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, dan pemangku kepentingan di Kota Tual turut membantu menyebarluaskan informasi yang benar mengenai pengelolaan keuangan haji.

“Pemerintah Kota Tual senantiasa mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta membangun kesadaran publik terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Di akhir sambutan, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Diseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji resmi dibuka.

Ia berharap kegiatan ini memperkuat sinergi dan kolaborasi antara BPKH, Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pengelolaan keuangan haji yang amanah, profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah.(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *