Tualterkini.com.- Fenomena kabut tebal kini menjadi ancaman bagi warga di sejumlah daerah di Indonesia, tak terkecuali di wilayah Kota Tual. Dilaporkan sejak Rabu 7 Oktober dini hari, kabut tebal menyelimuti daratan Kota Tual hingga wilayah Pulau Kur.
Pantauan media ini, kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayaran. Sejumlah warga mengaku jarak pandang di laut menurun drastis. Fenomena ini terbilang langka dan jarang terjadi di wilayah kepulauan Kei.

Kondisi kabut tebal ini sejalan dengan Siaran Pers Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura – BMKG pada 3 Oktober 2026 tentang “Waspada Asap Wilayah Maluku”. Dalam rilisnya, BMKG memprakirakan potensi asap kategori sedang akan melanda wilayah Kota Tual dalam tiga hari ke depan.
Menindaklanjuti prakiraan BMKG, Wali Kota TualĀ Yani Renuat dan Wakil Wali Kota Amir Rumra telah menerbitkan himbauan kewaspadaan pada 3 Oktober 2026.
Dalam himbauan tersebut, Pemkot Tual menekankan enam poin penting bagi masyarakat:
1. Masyarakat Umum diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas luar jika asap pekat, menutup pintu dan jendela rumah, serta tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, dan kebun.
2. Kelompok Rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.
3. Satuan Pendidikan, kepala sekolah diminta memantau kualitas udara dan menyesuaikan kegiatan luar ruangan apabila jarak pandang menurun signifikan.
4. Pengguna Jalan dan Transportasi laut maupun darat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan jarak pandang dan mengikuti informasi cuaca dari BMKG.
5. Aparatur Pemerintah dan Fasilitas Kesehatan seperti perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, puskesmas diminta meningkatkan pemantauan dampak asap, menyiagakan pelayanan kesehatan, dan mengedukasi masyarakat.
6. Pemantauan Informasi, masyarakat diminta tidak mudah percaya hoaks dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, Pemkot Tual, BPBD, dan Dinas Kesehatan.
Pemkot Tual menegaskan akan mengambil langkah penanganan lanjutan apabila kondisi kabut asap semakin pekat dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Hingga siang ini, BMKG masih terus memantau perkembangan kualitas udara di wilayah Kota Tual dan sekitarnya. (RF)