Perpustakaan Kota Tual Tampil di Podcast Perpusnas, Gaungkan Semangat Literasi dari Timur Indonesia

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.- Upaya membangun budaya baca dari kawasan timur Indonesia mendapat sorotan di tingkat nasional. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual dipercaya menjadi narasumber dalam Podcast Perpustakaan Nasional Republik Indonesia/Perpusnas RI dengan tema “Perpustakaan Kota Tual: Menyalakan Literasi dari Wilayah Timur Indonesia”.

Podcast berlangsung Sabtu (1/8/2026) pukul 14.00–15.10 WIB di Lantai 13 Gedung Pelayanan Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Hadir sebagai narasumber Pustakawan Ahli Pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual Irfan Bungin, S.S. Acara dipandu Pustakawan Perpusnas RI Munasriana, S.S.

Dalam dialog tersebut, Irfan menjelaskan pustakawan memiliki peran strategis sebagai motor penggerak literasi, fasilitator, sekaligus penghubung antara pemerintah dengan masyarakat.

“_Peran pustakawan daerah tidak hanya mengelola perpustakaan, tetapi juga menjadi promotor dan fasilitator yang menghubungkan pemerintah dengan seluruh perpustakaan binaan serta komunitas literasi. Karena itu, kami terus memperkuat pembinaan, kolaborasi, dan inovasi layanan agar perpustakaan benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital,_” ujar Irfan.

Ia menegaskan perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar tempat menyimpan koleksi buku. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat belajar, ruang kolaborasi, dan wadah pemberdayaan masyarakat.

Irfan merinci, pembinaan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual mencakup perpustakaan kecamatan, desa dan kelurahan, sekolah, Taman Bacaan Masyarakat/TBM, serta berbagai komunitas literasi.

Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan sekaligus meningkatkan minat baca melalui program yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Tantangan Wilayah Kepulauan Jadi Motivasi Inovasi
Podcast juga mengulas tantangan pustakawan di wilayah kepulauan, mulai dari keterbatasan akses hingga kebutuhan menghadirkan layanan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Namun, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk menghadirkan inovasi layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat kontemporer.

“_Keterbatasan geografis bukan penghalang menghadirkan layanan perpustakaan yang berkualitas. Kolaborasi, kreativitas, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama membangun ekosistem literasi yang tumbuh dari daerah,_” jelas Irfan.

Bentuk Pengakuan Nasional
Kehadiran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual sebagai narasumber di Podcast Perpusnas RI menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi daerah dalam memperkuat gerakan literasi nasional.

Pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan daerah lainnya untuk terus berinovasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghadirkan layanan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat menuju Indonesia yang lebih literat.
(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *