APBD-P 2026 Kota Tual Naik 10,75 Persen, Tembus Rp554,4 Miliar

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.- Rapat Paripurna DPRD Kota Tual, Senin (28/9/2026), mengungkap angka fantastis. Pendapatan Daerah dalam Perubahan APBD 2026 melonjak 10,75 persen menjadi Rp554,4 miliar.

Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, yang hadir mewakili Wali Kota Akhmad Yani Renuat, menyampaikan langsung Nota Keuangan di Gedung Paripurna DPRD.

 

Rapat dipimpin Wakil Ketua I Ikbal Matdoat didampingi Wakil Ketua II Jacobus Karmomyanan. Hadir Pj Sekot Ridwan Fadirubun, seluruh pimpinan OPD, camat dan lurah se-Kota Tual.

Di awal pidato, Amir menyampaikan permohonan maaf Wali Kota yang berhalangan hadir karena tugas penting di luar daerah.

“Penyampaian Nota Pengantar Ranperda APBD Perubahan 2026 merupakan bagian penting untuk melakukan penyesuaian pendapatan, belanja, dan pembiayaan sesuai perkembangan dan kebutuhan pembangunan,” tegas Amir membacakan pidato tertulis Wali Kota.

Dari total Rp554.426.028.048,00 pendapatan daerah, sumber terbesar masih dari Pendapatan Transfer.

Tercatat Rp508.756.229.000,00 atau naik Rp50,3 miliar (9,90%) dari APBD induk. Pemerintah menegaskan dana transfer ini akan dikelola secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Sementara PAD justru terkoreksi tipis 0,15 persen menjadi Rp37.322.100.448,00. Penurunan Rp56,2 juta ini akibat penyesuaian dividen dari Bank Maluku Malut.

Lonjakan tertinggi terjadi pada Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah yang melejit 71,62 persen, dari Rp4,86 miliar menjadi Rp8,34 miliar.

Di sisi belanja, Pemkot Tual menganggarkan Rp663.611.179.071,95 atau naik 9,58 persen (Rp57,9 miliar).

Belanja Operasi menjadi yang paling besar, Rp455,2 miliar atau naik 12,10 persen. Disusul Belanja Modal Rp147,4 miliar (naik 8,33%) untuk pembangunan infrastruktur.

Sebaliknya, Belanja Tidak Terduga dipangkas 50 persen dari Rp5 miliar menjadi Rp2,5 miliar. Sementara Belanja Transfer tetap Rp58,3 miliar.

Di sektor pembiayaan, terjadi penyesuaian berdasarkan hasil audit BPK Perwakilan Maluku atas LKPD Kota Tual TA 2025.

Pembiayaan Netto naik 3,99 persen menjadi Rp109.185.151.023,95. Penerimaan Pembiayaan naik 8,27 persen menjadi Rp113,6 miliar.

Yang mencolok, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) melonjak 63,46 persen dari Rp5 miliar menjadi Rp13.685.151.023,95.

Amir menegaskan APBD-P 2026 bukan sekadar penyesuaian angka.

“Perubahan APBD hendaknya tidak hanya dipandang sebagai proses penyesuaian, tetapi sebagai instrumen untuk memastikan program pembangunan tetap efektif dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Tual,” pungkasnya.

Ia berharap sinergi harmonis antara Pemda dan DPRD terus terjaga demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan Good Governance. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *