Tualterkini.com.- Sukses menggelar Lomba Belang HUT RI ke-81, TKBM Pelabuhan Yosodarso Kota Tual memastikan akan kembali menggelar event serupa pada Oktober 2026 dengan skala lebih besar.
Ketua TKBM sekaligus Anggota DPRD Kota Tual, Zaenal Abidin Kabalmay menyebut, kegiatan mendatang tidak hanya menyasar Kota Tual, tetapi juga Kabupaten Maluku Tenggara dan pelajar SMA.

Hal itu disampaikannya usai menyaksikan babak final Lomba Belang di Pantai Kiom, Rabu (19/8/2026).
“Kami sangat bangga atas dukungan dari Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, selaku pemegang otoritas di Kota Tual. Dengan dukungan Pemerintah Kota Tual, InsyaAllah bulan Oktober nanti kegiatan serupa akan lebih meriah lagi dari hari ini,” ujar Zaenal.
Menurut Zaenal, Lomba Belang Agustus hanya diikuti masyarakat dari sejumlah ohoi di Kota Tual. Sementara Oktober mendatang, panitia menargetkan keterlibatan lebih luas.
“Insya Allah bulan Oktober kita akan meningkatkan event ini menjadi lebih besar. Kalau hari ini hanya melibatkan ohoi di Kota Tual, maka Oktober kita akan melibatkan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara, baik Kota Tual maupun Maluku Tenggara. Kemungkinan besar juga kita akan libatkan para siswa SMA,” katanya.
Ia menilai, pelibatan siswa SMA penting sebagai langkah pembinaan awal. Tujuannya agar lahir bibit-bibit atlet baru yang siap bertanding di tingkat provinsi hingga nasional.
Selain aspek olahraga dan budaya, Zaenal juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Ribuan warga yang memadati Pantai Kiom memberi efek langsung bagi pelaku UMKM.
“Antusias masyarakat begitu banyak. UMKM di seputaran Pantai Kiom merasa senang karena banyak yang berbelanja. Ada perputaran uang di situ. Alhamdulillah pendapatan mereka hari ini bisa digunakan untuk meningkatkan usaha ke depan,” ujarnya.
Zaenal merinci, Lomba Belang HUT ke-81 RI ini telah dimulai sejak 14 Agustus 2026. Sebanyak 23 tim dari berbagai ohoi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara ambil bagian.
“Kegiatan ini menyongsong sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. Harusnya final tanggal 18, tapi diundur ke 19 karena satu dan lain hal,” jelasnya.
Babak final dibagi dua kategori: final ekshibisi untuk tim yang gugur di penyisihan guna membangkitkan semangat, dan final utama untuk tim yang lolos sejak awal.
“Kami dari TKBM selalu siap mendukung program pemerintah, khususnya di bidang olahraga lomba belang. Ini bukan hanya inisiasi saya pribadi, tapi semangat kolektif seluruh pengurus dan anggota,” tutup Zaenal.(RF)