MERAJUT HARAPAN DAMAI DI MAYBRAT

Bagikan Artikel

 

MERAJUT HARAPAN DAMAI DI MAYBRAT

(Imbauan Pendekatan Humanis, Perlindungan Warga Sipil, dan Penguatan Kamtibmas) oleh Pieter Jefri Baru

 

Menyikapi dinamika situasi keamanan serta peristiwa yang memprihatinkan dan membawa duka bagi warga sipil di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Pemuda Katolik menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak.

Peristiwa tersebut menjadi keprihatinan bersama sekaligus pengingat bahwa keselamatan, rasa aman, dan martabat setiap warga harus senantiasa menjadi perhatian utama. Situasi seperti ini perlu ditangani secara bijaksana, terukur, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan agar tidak menimbulkan keresahan maupun korban lebih lanjut di tengah masyarakat.

Masyarakat Maybrat dan Tanah Papua pada dasarnya memiliki kerinduan yang sama, yaitu hidup dalam suasana yang aman, tenteram, dan harmonis. Karena itu, setiap langkah penanganan situasi keamanan hendaknya senantiasa memperhatikan kondisi sosial masyarakat, mengedepankan komunikasi yang terbuka, serta membangun kepercayaan melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.

Dalam semangat Pro Ecclesia et Patria, Pemuda Katolik Komda Papua Barat Daya menyampaikan beberapa pandangan dan harapan.

Pertama, Pemuda Katolik menyampaikan simpati dan keprihatinan kepada korban dan keluarga.

“Kami menyampaikan duka dan keprihatinan yang sedalam-dalamnya kepada para korban serta keluarga di Kampung Ainot, Distrik Aifat. Kami berharap seluruh pihak memberikan perhatian, pendampingan, dan dukungan yang diperlukan kepada masyarakat yang terdampak. Keselamatan dan perlindungan warga sipil harus menjadi perhatian bersama,”ungkap Pieter dalam rilis yang diterima Malraterkini.com, Sabtu (15/8/2026).

Kedua, Pemuda Katolik mendorong penanganan secara menyeluruh, objektif, dan berkeadilan.

“Kami mendorong para pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan penanganan dan penelusuran secara menyeluruh, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Upaya tersebut penting untuk memastikan persoalan dapat diselesaikan secara tepat sekaligus memulihkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat, “sebutnya.

Ketiga, Pemuda Katolik secara khusus Komda Papua Barat mendorong evaluasi terhadap pola penanganan situasi keamanan.

“Kami berharap setiap langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat senantiasa mengedepankan pendekatan yang persuasif, humanis, proporsional, serta menghormati hak-hak masyarakat sipil. Evaluasi secara berkala diperlukan agar setiap upaya penanganan benar-benar memberikan rasa aman dan tidak menimbulkan keresahan baru,”harapnya.

Keempat, Pemuda Katolik mendorong terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

“Kami mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif di Maybrat. Penanganan situasi hendaknya dilakukan dengan mengutamakan pencegahan, komunikasi, koordinasi, serta membangun ruang dialog yang dapat meredam ketegangan di tengah masyarakat, “anaknya.

Kelima, Mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ketenangan dan persaudaraan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Maybrat dan sekitarnya, agar tetap tenang, menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga hubungan persaudaraan. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan ruang dialog yang bermartabat,”imbaunya.

Menjelang momentum Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita bersama-sama merefleksikan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai keadaan ketika setiap warga dapat menjalani kehidupan dengan aman, bermartabat, dan terbebas dari rasa takut.

Pemuda Katolik percaya bahwa perdamaian di Tanah Papua dapat terus dirawat melalui dialog, penghormatan terhadap kemanusiaan, kepedulian terhadap masyarakat, serta kerja sama seluruh elemen bangsa.

“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan Maybrat yang aman, damai, dan kondusif, serta Papua yang semakin sejahtera dan berkeadilan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, ” pesannya.

Mari Bersama Merawat Damai di Tanah Papua. Pro Ecclesia et Patria. (***)

*Pro Bono Publico!*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *