Tualterkini.com.- Di tengah cuaca ekstrem dan kemarau panjang, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku mengambil langkah proaktif. Markas Komando (Mako) Brimob Tual disulap menjadi kawasan hijau melalui penanaman 100 anakan pohon, Jumat (6/11/2026).
Aksi Green Policing dipimpin Komandan Kompi 1 Batalyon C Pelopor, IPTU Melky Reim Peimahulu, dengan melibatkan personel Staf Batalyon C dan Kompi 1.

Mengenakan pakaian dinas lapangan olahraga kuning-hitam, personel tampak bahu-membahu membawa bibit ber-polibag, menggali lubang di tanah kering, dan menanam satu per satu bibit dengan telaten.
IPTU Melky menegaskan, kegiatan ini bukan agenda seremonial, melainkan komitmen nyata untuk mitigasi dampak perubahan iklim dan menjaga kelestarian ekosistem di Kota Tual.
“Green Policing bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan berkelanjutan yang wajib dilaksanakan minimal satu kali dalam sepekan,” tegasnya.
Menurutnya, tugas Polri tidak hanya menjaga Kamtibmas, tetapi juga memastikan lingkungan yang sehat, hijau, asri, dan nyaman. Penanaman di musim kemarau menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan cadangan air tanah.

“Kami ingin menjadikan lingkungan Mako lebih hijau, sehat, dan nyaman. Lingkungan sekitar masih membutuhkan lebih banyak pepohonan. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar IPTU Melky.
Ia mengingatkan, kunci keberhasilan di musim kemarau adalah perawatan intensif. Pemilihan lokasi di dalam Mako bertujuan agar penyiraman berkala dan pengawasan dapat dilakukan personel piket maupun staf harian.
“Lingkungan ini adalah milik kita bersama, bukan hanya milik pribadi. Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga, merawat, dan melestarikannya,” tegasnya.
Terpisah, Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku, Kompol Rudy Muskita, S.H., M.H., mengatakan aksi 100 pohon untuk Bumi Maryadat ini merupakan implementasi program prioritas Kapolri Quick Wins 1: Ruang Publik Aman yang dipadukan dengan Green Policing, bertepatan dengan momentum HUT Korps Brimob Polri.
Menurutnya, pengamanan ruang publik kini harus berorientasi pada keberlanjutan sebagai respons lokal terhadap isu perubahan iklim global.
“Polri bersama masyarakat adalah satu kesatuan roh yang tidak bisa dipisahkan. Keamanan dan kenyamanan ruang publik hanya bisa terwujud jika kita berjalan bersama, saling menjaga, dan merawat lingkungan tempat kita hidup,” kata Kompol Rudy Muskita.
Melalui aksi ini, Brimob Tual membuktikan institusi kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berkomitmen penuh dalam pelestarian alam, menjadikan Mako sebagai oase hijau yang sejuk, asri, dan berkelanjutan, serta menginspirasi masyarakat untuk turut menanam di pekarangan masing-masing.(RF)