Tualterkini.com.- Pemerintah Kota Tual mengajak masyarakat menyaksikan pertunjukan warisan budaya Nua Makara dengan tradisi Sofaren. Pentas budaya itu akan digelar di Desa Dullah, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, pada Jumat, 17 Juli 2026, sebagai bagian dari event _Wonderful Sail to Indonesia_.
“Nua Makara merupakan sebutan bagi wilayah di Pulau Kur yang meliputi Kecamatan Pulau-Pulau Kur dan Kecamatan Kur Selatan. Wilayah ini terdiri dari dua _Rastcap_, yaitu Rastcap Kilmas dan Rastcap Kilsoin. Masing-masing dipimpin seorang Raja atau disebut _Raat_, yakni Raja Kilmas dan Raja Kilsoin.

Pulau Kur sendiri terletak di pintu gerbang perbatasan antara Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Seram Bagian Timur, dan Papua.
Tradisi Sofaren berasal dari bahasa Kur yang berarti “gotong royong”. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, kearifan lokal, dan sejarah masyarakat Nua Makara.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya promosi wisata bahari dan budaya Kota Tual kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui pementasan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan melestarikan budaya daerah.
Event _Wonderful Sail to Indonesia_ di Desa Dullah akan diramaikan berbagai atraksi seni dan budaya. Selain pertunjukan Sofaren, pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas, kerajinan tangan, serta keindahan alam pesisir Kota Tual.
Pemerintah Kota Tual berharap kegiatan ini mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus mengangkat potensi budaya dan pariwisata daerah ke tingkat nasional.
Masyarakat diimbau hadir bersama keluarga untuk menyaksikan langsung kemeriahan event tersebut dan mendukung pelestarian budaya lokal.(RF)