Tualterkini.com– Pemerintah Kota Tual terus memperkuat gerakan literasi sejak usia dini melalui kegiatan Read Aloud (Membaca Nyaring) yang menyasar anak-anak usia 5–8 tahun.
Program bertema “Cerdas dan Kreatif Melalui Buku Cerita” itu digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual di Pojok Baca Digital (POCADI) Perpustakaan Daerah, Kamis (9/7/2026), sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya membaca pada masa emas perkembangan anak.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Ratna Sari Tamher, menjelaskan bahwa kegiatan Read Aloud merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual dengan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) serta para pegiat dan pemerhati literasi di Kota Tual.
Menurut Ratna, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat Gerakan Literasi Masyarakat, khususnya dalam membangun kecintaan dan minat baca anak sejak usia dini melalui metode membaca yang interaktif dan menyenangkan.
“Kegiatan Read Aloud ini merupakan program kolaborasi pertama yang kami laksanakan bersama RELIMA pada Juli 2026. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kecintaan dan minat baca sejak dini kepada anak-anak. Metode ini sangat efektif untuk meningkatkan imajinasi serta mengembangkan keterampilan kognitif anak-anak TK dan SD,” ujar Ratna.

Ia mengatakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif RELIMA bersama para pegiat literasi. Menurutnya, RELIMA tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari jejaring literasi yang lebih besar bersama pemerintah daerah dan komunitas literasi yang ada di Kota Tual.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. RELIMA menjadi bagian dari jejaring literasi yang bersama-sama dengan pemerintah daerah berupaya membangun budaya membaca di masyarakat,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIT tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Rudi A. Bugis, SE., M.Si., dan diikuti anak-anak TK serta siswa SD usia 5–8 tahun dari Kelurahan Lodar El dan Desa Tual yang hadir bersama orang tua masing-masing.
Turut hadir para kepala bidang, beserta Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), pegiat literasi, narasumber, serta insan media.
Dalam sambutannya, Rudi menegaskan bahwa membangun budaya membaca harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, metode Read Aloud menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk memperkenalkan buku kepada anak melalui cara yang menyenangkan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
“Read Aloud bukan sekadar membacakan cerita, tetapi menjadi sarana menumbuhkan minat baca, memperkaya kosakata, mengembangkan imajinasi, dan membangun kedekatan emosional dengan anak,” ujarnya.
Kegiatan menghadirkan narasumber Bunda Rofiko R. Kabalmay, S.Psi., Founder Binar Eksotika Pustaka sekaligus Koordinator Kegiatan Literasi Masyarakat, serta Adinda Ahmad Renhoran, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kota Tual.
Melalui sesi membaca nyaring, peserta diajak berinteraksi langsung dengan cerita-cerita edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan menyimak, berkomunikasi, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak.
Ratna menambahkan, sepanjang Juli 2026 pihaknya juga menyiapkan sejumlah agenda literasi sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kota Tual. Selain Read Aloud, akan dilaksanakan pelatihan public speaking sebagai lanjutan program sebelumnya, diskusi film bekerja sama dengan Universitas Iqra Buru, serta bedah buku berjudul Bon Setitit: Dari Kei untuk Konferensi Meja Bundar – Controleur Pribumi karya Stephanus G. Setitit.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kami berharap budaya literasi tidak hanya berkembang di lingkungan perpustakaan, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat di Kota Tual,” pungkas Ratna.
(RF)