Pelajar Kei Disiapkan Jadi Duta Literasi; Tual Bidik Kompetisi Indonesia–Jepang

Bagikan Artikel

 

 

 

 

Tualterkini.com.- Kota Tual, Maluku, menyiapkan pelajarnya menembus kompetisi literasi internasional Indonesia–Jepang. Lokakarya Mengulas Buku digelar di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual, Kamis 11/6/2026, sebagai tahap pembinaan peserta.

Kegiatan digagas Relawan Literasi Masyarakat/Relima Kota Tual bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan/Dispussip Kota Tual dan pegiat literasi. Pesertanya pelajar SMP dan SMA. Fokus pembinaan: membaca kritis, memahami teks mendalam, serta menyusun ulasan buku runtut, analitis, dan komunikatif sesuai standar nasional dan internasional.

Penggiat literasi sekaligus Relawan Literasi Masyarakat Perpustakaan Nasional Ahmad Renhoran menyebut Tual punya potensi besar melahirkan generasi berdaya saing global lewat literasi terarah.

“Anak-anak di Tual dan Kepulauan Kei punya daya pikir kuat. Mereka dipersiapkan bukan hanya untuk lomba, tetapi mewakili Indonesia di ruang literasi internasional bersama Jepang,” ujarnya.

Ia menambahkan tantangan utama kompetisi adalah memahami karya penulis Jepang yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, lalu mengolahnya jadi ulasan kritis berstandar akademik.

Literasi Jadi Agenda Strategis SDM

Narasumber Dra. Magdalena R. Alerbitu, MM menegaskan literasi fondasi pembentukan karakter generasi muda era global.

“Membaca membuka wawasan, menulis menguatkan kemampuan berpikir dan menyampaikan gagasan. Dari keduanya lahir generasi siap bersaing di tingkat dunia,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Tual Ratna Sari Tamher, yang mewakili Kepala Dinas, menyatakan pemerintah menempatkan literasi sebagai agenda strategis pembangunan sumber daya manusia.

Kompetisi Penerjemahan dan Ulasan Buku Indonesia–Jepang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah/Kemendikdasmen bersama Japan Foundation. Kompetisi berlangsung Juli 2026, sehingga lokakarya ini jadi persiapan penting peserta Kota Tual.

“Ini upaya Pemerintah Kota Tual membangun generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan ilmiah,” kata Ratna.

Ia menambahkan literasi bukan hanya membaca, tetapi juga menganalisis dan mengomunikasikan isi bacaan dengan baik.

“Kami ingin pelajar Kota Tual tidak hanya jadi peserta, tetapi tampil sebagai duta literasi yang bawa nama Indonesia di kancah internasional,” tegasnya.

Ratna mengapresiasi konsistensi Relima menggerakkan literasi daerah. Kolaborasi komunitas dan pemerintah, menurutnya, kunci memperkuat budaya literasi di Kepulauan Kei.

Melalui kegiatan ini, Tual menegaskan komitmen mencetak generasi muda yang kuat budaya baca-tulis dan siap bersaing global lewat ajang literasi Indonesia–Jepang Juli mendatang. (RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *