Tualterkini.com.- Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat dan Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra menegaskan, fans sepak bola dunia adalah jiwa yang mencintai olahraga.
“Wali Kota Tual H. Akhmad Yani Renuat dan Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra memiliki jiwa olahraga,” demikian pernyataan kedua pemimpin Kota Tual, Jumat (08/05/2026).

Menurut keduanya, fans bukan sekadar penonton. Fans adalah nyawa stadion. “Tanpa sorak mereka, gol terasa hambar. Tanpa tangis mereka, kekalahan tak punya makna,” ujarnya.
Pemain lari karena skill, fans teriak karena cinta. Cinta itu yang membuat sepak bola hidup 90 menit, bahkan sampai ke warung kopi.
Prinsip GEMA_: Gema lahir karena ada suara dulu. Prestasi lahir karena ada fans yang setia dulu.
Ada yang gila Messi, ada yang mati-matian Ronaldo. Ada yang bangga bendera Brasil, ada yang setia Jerman. Tapi usai peluit panjang, semua kembali _basudara_. Beda kios, sama hormat.
Wali Kota mengajak warga nonton bareng di Finua. “Debat boleh panas, tapi pulang tetap satu piring papeda.
Fans belajar sabar saat tim kalah, belajar syukur saat tim menang, belajar _move on_ saat idola pensiun. “Tim jagoan kalah tadi malam? Pakai itu buat latihan jiwa besar. Hidup juga begitu, tidak selalu menang,” pesan Wawali.
Dari Fans Lahir Bibit Baru
Anak Tual menendang bola di tanah karena melihat Mbappe di TV. Anak Finua menjaga gawang karena kagum Courtois. Fans hari ini, pemain besok. Penonton hari ini, pelatih masa depan.
Jadi fans boleh fanatik, jangan panatik. Boleh dukung, jangan rusuh. _Rumus STADION_: Santun, Tertib, Aman, Damai, Iman, Orang basudara, Nonton. “Kalau stadion aman, idola bangga. Kalau kampung aman, Tual nama naik,” ujar Wali Kota.
“Idola di lapangan memberi inspirasi, fans di tribun memberi nyawa. Dua-duanya bikin sepak bola jadi agama kedua yang damai,” tutupnya.
Keduanya mengajak fans menunjukkan sportivitas.
“Fans sejati tidak diukur dari kerasnya teriak, tapi dari dijaganya sportivitas. Tetap semangat,” pungkas mereka. (RF)