Wawali Dampingi TPID Kota Tual Sidak Pasar

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.- Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra bersama Pj. Sekda Kota Tual Ridwan A. Fadirubun, Perwakilan dari Kodim 1503 dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok di Pasar Maren, Kota Tual, Rabu 06/05/2026.

Sidak digelar untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan sembako jelang hari besar serta di tengah kondisi efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Darna Wati Amir, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah komoditas dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), namun ada juga yang mengalami kenaikan.

“Beras program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dari Badan Pangan Nasional dijual Rp14.000 per kg. Pedagang mengambil dari distributor seharga Rp13.400 per kg. Harga ini sudah sesuai ketentuan dan tidak boleh dijual di atas itu,” ujar Darna.

Sementara itu, gula pasir mengalami lonjakan cukup tinggi. “Pedagang menjual Rp22.000 per kg. Mereka beli dari Toko Sumber Jaya seharga Rp915.000 per karung 50 kg. Kenaikan ini memberatkan masyarakat,” jelasnya.

Darna berharap pedagang tidak menaikkan harga terlalu tinggi di tengah kondisi ekonomi sulit akibat krisis global dan efisiensi anggaran. “Daya beli masyarakat turun, pasar sepi. Banyak barang dagangan tidak laku,” tambahnya.

Dalam sidak, pedagang di sekitar Pelabuhan Feri juga mengeluhkan pintu pelabuhan yang sudah 3 minggu ditutup. Akibatnya, pembeli dari pulau tidak bisa menjangkau pasar.

“Kami sudah diskusikan dengan Pak Wakil Wali Kota. Beliau akan sampaikan ke pihak ASDP agar pintu dibuka saat kapal feri sandar,” kata Darna.

Sidak Rutin TPID

Kabag Ekonomi Setda Kota Tual, Irwan Tamnge, menegaskan sidak pasar merupakan agenda rutin TPID Kota Tual sebagai bagian dari 9 langkah strategi pengendalian inflasi.

“Kegiatan ini bukan hanya mendengar keluhan masyarakat. Sidak tetap berjalan setiap hari meski tidak selalu dihadiri pimpinan daerah. Hari ini kami hadirkan pimpinan agar melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Irwan.

Usai sidak, TPID Kota Tual akan melakukan evaluasi. “Seperti disampaikan Kadis Ketahanan Pangan, jika dalam evaluasi ditemukan pedagang melanggar HET, kami akan ambil tindakan tegas,” tegas Irwan.

Dinas Ketahanan Pangan menegaskan, pelaku usaha yang terbukti menjual di atas HET, terutama beras FDP dan minyak goreng, akan direkomendasikan ke Bulog untuk dicabut status mitranya.

“Kalau masih mengulangi, kami minta Bulog hentikan penyaluran. Kami juga akan rekomendasikan ke Pemkot Tual agar tidak lagi menjadi mitra binaan,” tutup Darna. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *