Tualterkini.com.- Kepulauan Kur, kian mendunia. Setelah kapal yacht wisatawan asal Darwin, Australia, berlabuh di Pantai Wisata Namaselap, Finua Sermaf pekan lalu, kini wisatawan asal Jerman menjatuhkan jangkar di Finua Hirit, Kecamatan Kur Selatan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual, Lajania Madamar, yang juga putra terbaik Kur, pada Minggu 25 Oktober 2026.
mengimbau seluruh masyarakat Kepulauan Kur, khususnya warga Finua Hirit, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan mancanegara tersebut.
Menurut Lajania, para turis datang dari jauh dengan tujuan menikmati keindahan pasir putih serta snorkeling untuk menyaksikan keindahan terumbu karang dan biota laut di gugusan Pulau-Pulau Kur.
“Bukti Kur sudah mendunia. Tugas kita sekarang adalah menjaga nama baik itu,” ujar Lajania.
Ia mencontohkan, turis asal Australia yang berlabuh di Namaselap sangat puas karena disambut dengan ramah, sopan, dan santun. Ia berharap hal yang sama dilakukan masyarakat Hirit terhadap turis Jerman.
Lajania juga menekankan etika penting saat berinteraksi dengan wisatawan kapal layar (yacht).
“Jangan pernah naik ke atas kapal mereka tanpa izin. Jika tidak diizinkan, jangan memaksa. Jika diizinkan, naiklah dengan sopan dan jangan mengambil apapun di atas kapal. Itu kunci mereka merasa aman,” tegasnya.
Jika keramahan itu terjaga, kata dia, para pelaut akan mempromosikan Kur melalui komunitas pelaut internasional dan website pariwisata dunia, sehingga semakin banyak wisatawan datang.
Lajania menambahkan, bukan hanya saat ini, setiap tahun wisatawan mancanegara juga rutin datang ke Pulau Bui Kaimer untuk menikmati keindahan fenomena alam Pasir Timbul.
“Terumbu karang dan biota laut adalah anugerah yang menjadi modal utama pariwisata kita. Jangan dirusak. Kalau rusak, turis tidak akan datang lagi. Mari kita jaga bersama,” pungkasnya. (RF)