Tualterkini.com.- Walikota Tual, Akhmad Yani Renuat, secara resmi membuka Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Tual Tahun 2026. Pembukaan seleksi tersebut berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Tual, Kamis (22/10/2026).

Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual selaku Ketua Panitia Seleksi, para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat Administrator dan Pengawas, anggota Panitia Seleksi, para peserta seleksi, serta rekan-rekan media.
Dalam sambutannya, Wali Kota Akhmad Yani Renuat menegaskan, pengisian JPT Pratama merupakan bagian penting dari upaya membangun birokrasi yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama bukan sekadar kedudukan struktural, melainkan amanah dan tanggung jawab besar untuk menggerakkan organisasi dan memastikan program pembangunan berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Renuat mengatakan, tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah saat ini semakin kompleks. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.

Oleh karena itu, Pemkot Tual membutuhkan sosok pemimpin perangkat daerah yang tidak hanya memiliki pengalaman administratif, tetapi juga kepemimpinan yang kuat, inovatif, berani mengambil keputusan, serta memiliki komitmen dan loyalitas tinggi untuk kepentingan masyarakat.
Ia menekankan, seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan secara objektif, kompetitif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensi, kompetensi, kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, integritas, dan gagasan strategisnya,” ujarnya.
Penilaian, lanjutnya, harus komprehensif berdasarkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), meliputi standar kompetensi jabatan, kualifikasi, rekam jejak, serta kemampuan dalam merumuskan program strategis.
Kepada Panitia Seleksi dan Tim Asesor dari BKN-RI yang dijadwalkan hadir pekan depan, Wali Kota meminta agar penilaian dilakukan secara profesional, sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang mampu menerjemahkan visi-misi pembangunan daerah ke dalam program kerja yang terukur, efektif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kota Tual memiliki potensi dan tantangan pembangunan yang khas, mulai dari potensi kelautan dan perikanan, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas SDM. Sehingga, pejabat yang terpilih harus memahami karakteristik daerah dan memiliki kepekaan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Renuat juga menegaskan komitmennya menerapkan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara melalui pembinaan karier berbasis Manajemen Talenta.
“Reformasi birokrasi harus diwujudkan melalui perubahan nyata, bukan hanya prosedur administratif. Kita harus membangun aparatur yang berorientasi pada hasil dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkot Tual Tahun 2026 pun secara resmi dinyatakan dibuka.
(RF)