Tualterkini.com.- Di tengah gencarnya efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kota Tual justru tancap gas melakukan bersih-bersih birokrasi. Pemkot Tual menggelar uji kompetensi besar-besaran bagi seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) atau eselon II.
Uji kompetensi yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Tual, Senin (28/9/2026) itu dibuka langsung Wakil Wali Kota Tual, H. Amir Rumra, mewakili Wali Kota H. Akhmad Yani Renuat.

Amir menegaskan, evaluasi ini bukan seremonial. Ini adalah penentuan nasib para Kepala Dinas.
“Ini evaluasi dan uji kompetensi terhadap pejabat eselon II yang sekarang. Evaluasi ini perlu dilakukan dalam rangka mengevaluasi kinerja mereka selama ini,” tegas Amir.
Menurutnya, Pemkot Tual di era MARYADAT tidak lagi memberi ruang bagi pejabat yang hanya bermodal kecerdasan akademis.
“Saya dan Pak Wali Kota tidak butuh orang yang cerdas saja, tapi harus punya integritas, punya kepedulian dan sensibilitas,” ujarnya, dengan nada keras.
Rotasi Besar-besaran di Depan Mata
Amir memberi sinyal kuat akan adanya rotasi hingga mutasi besar-besaran. Pejabat yang dinilai tidak kompeten di OPD-nya saat ini, akan digeser ke posisi yang lebih sesuai, atau bahkan dievaluasi total.

Hasil uji kompetensi akan menjadi dasar penempatan jabatan. Penilaian dilakukan secara objektif, meliputi kapasitas, integritas, loyalitas, hingga kreativitas dan inovasi.
“Supaya betul kita memastikan bahwa pembantu-pembantu Wali Kota dan Wakil Wali Kota itu betul mereka yang bekerja dan betul-betul siap melayani masyarakat dalam situasi apa pun,” katanya.
*Wajib Paham Visi Misi MARYADAT*
Poin paling ditekankan Amir adalah loyalitas dan pemahaman terhadap visi-misi MARYADAT. Ia menyentil masih adanya kepala dinas yang tidak memahami arah pembangunan Kota Tual.
“Bagaimana kalau seorang kepala dinas tidak memahami visi dan misi kepala daerah? Dia harus tahu visi dan misi supaya bisa dijabarkan dalam Renstra dinas, KUA-PPAS dan APBD,” sentilnya.
Amir juga memerintahkan seluruh OPD untuk berhenti bekerja secara sektoral. 11 program prioritas MARYADAT, kata dia, hanya bisa sukses jika dikerjakan secara kolaboratif.
Menutup arahannya, Wawali mengingatkan agar efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat tidak dijadikan alasan untuk malas berinovasi.
“Jangan sampai karena efisiensi sehingga dia malas. Dia harus mampu berpikir untuk menciptakan suatu program kegiatan,” pungkasnya. (RF)