Tualterkini.com.- Pemerintah Kota Tual menggelar zoom meeting sosialisasi pemanfaatan pekarangan melalui urban farming, Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan berlangsung di Ruang TPID Kota Tual dan menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Ir. Gin Ginanjar, M.Eng, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Dr. Endang S. Setyawulan, S.E., M.M., Ak.

Mewakili Wali Kota TualĀ Akhmad Yani Renuat Wakil Wali Kota H. Amir Rumra membacakan sambutan tertulis. Ia menyebut urban farming jadi solusi krusial mengingat luas daratan Kota Tual hanya 1,33 persen dari total wilayah, sisanya 98,67 persen lautan.
“Potensi lahan pertanian sangat sempit, ditambah alih fungsi lahan untuk pemukiman dan sarana umum. Urban farming lewat pemanfaatan pekarangan lahan sempit/kosong jadi strategi memperkuat kemandirian pangan keluarga, edukasi siswa, dan ekonomi masyarakat,” ujar Amir Rumra.

Kegiatan dihadiri pimpinan OPD teknis, Tim Penggerak PKK, masyarakat, sekolah, dan tokoh agama. Pemkot Tual akan mengoptimalkan program melalui pembekalan teknis dan pendampingan lapangan berkelanjutan, serta dukungan stimulant bibit dan kompos.
Model yang diadopsi fokus pada Pekarangan Pangan Lestari/P2L. Tekniknya meliputi vertical garden, hidroponik, pot, polibag, dan media tanam ramah lingkungan. Hasil panen diarahkan untuk program Pemberian Makanan Tambahan/PMT lokal guna cegah stunting, sekaligus menekan inflasi dengan mengalihkan konsumsi sayur keluarga dari pasar ke panen mandiri.
Amir Rumra mengapresiasi kehadiran narasumber dari Bandung dan Semarang yang dinilai sukses mengembangkan urban farming. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual dan CSR Perusahaan Fatnim atas kolaborasi ini.
Di akhir sambutan, Amir menyebut Kota Tual 2026 meraih Terbaik I Pengendalian Inflasi wilayah Maluku-Nusa Tenggara pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi. Deviasi inflasi Kota Tual tercatat 1,021, terendah secara nasional. Capaian ini berkat kerja efektif TPID Kota Tual.
Pemkot mendorong penataan desa, RT, dan dusun dengan lingkungan bersih serta pekarangan termanfaatkan menjelang agenda Sail Indonesia, MPL-GPM, Lomba Desa Tingkat Provinsi Maluku, dan Program Indonesia Asri. (RF)