Dari Panggung Literasi Lahir Generasi Inspiratif Kota Tual

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.-Ajang Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual 2026 sukses menjadi momentum penguatan budaya literasi di kalangan pelajar.

Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual itu berlangsung di Pojok Baca Digital/POCADI Lantai 2 Gedung Perpustakaan Umum Daerah, Senin 25 Mei 2026.

Tiga Pemenang Ajang Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual 2026. (Foto: Farhat Rettob/Tualterkini com).

POCADI menjadi pusat aktivitas literasi dan inovasi informasi bagi masyarakat. Ajang ini mempertemukan pelajar terbaik tingkat SMA/SMK sederajat dalam kompetisi yang ketat, edukatif, dan berorientasi pada penguatan karakter.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual Moksen Renwarin menegaskan, kegiatan ini bagian dari strategi pemerintah daerah membangun generasi muda yang cerdas, kritis, komunikatif, serta memiliki kesadaran literasi kuat.

“Duta baca harus mampu menjadi representasi gerakan literasi dan agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Moksen  saat membuka kegiatan di Tual, Selasa (26/5/2026)

Sekretaris Dinas sekaligus Ketua Panitia Ratna Sari Tamher menambahkan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan objektif dan transparan.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Tual, Ratna Sari Tamher. (Foto: Farhat Rettob/Tualterkini.com)

Penilaian berbasis indikator terukur, mulai administrasi, tes literasi, wawancara, hingga kemampuan komunikasi dan presentasi peserta.

Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Nomor: 041/107/SK-PDBM/2026, dewan juri menetapkan tiga besar terbaik.

Peringkat I diraih Diana Marlin Songjanan, SMA Negeri 7 Tual, nilai 84,67. Peringkat II ditempati Muhamad Irfan Renhoat asal Sekolah Rakyat 74 Tual, nilai 71,92 dan Pringkat III diraih Mutia Hafizah Salsadia Rada, SMK Negeri 1 Tual, nilai 70,83.

Dewan juri terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan pegiat literasi: Ratna Sari Tamher, Alifuan Amir, Maria Tohatta, Irfan Bungin, serta juri tamu Rofiko R. Kabalmay dan Susi Susilawaty.

Mengusung tema “Peran Duta Baca Pelajar, Literasi di Era Kontemporer”, ajang ini diharapkan menjadi instrumen strategis memperkuat ekosistem literasi daerah. Sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM melalui pembudayaan gemar membaca yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *