Wawali Tual: Panen Raya Bawang Merah, Harga Bisa Ditekan Dibawah 50 Ribu Per Kilogram

Bagikan Artikel

 

 

 

Tualterkini.com.- Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra bersama Tim Inflasi pemerintah daerah Kota Tual melaksanakan panen Raya Bawang Merah di BTN Mahkota, depan Mako Brimob Pelopor C Maluku, kecamatan Dullah Selatan, Senin 3 Maret 2026.

Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra bersama Tim Inflasi Melaksanakan Panen Bawang. (Foto; istimewa)

Wakil Walikota Tual  Amir Rumra menyampaikan terima kasih kepada para petani serta penjual yang berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Tual.

Panen Raya bawang Merah ini merupakan panen ketiga yang berlangsung cepat dan memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga di pasar.

“Operasi pasar sudah berjalan dan dengan hasil panen ini, harga bawang dapat ditekan di bawah Rp50 ribu per kilogram. Ini tentu membantu situasi pasar agar tetap stabil. Mudah-mudahan harga ini bisa turun lebih lanjut selama bulan puasa, apalagi menjelang Hari Raya,”paparnya.

Untuk mendukung produksi, pemerintah daerah telah menyiapkan dan menyalurkan pupuk serta bantuan lain yang dibutuhkan petani. Kami juga mengupayakan alat pengolahan tanah dari Ambon untuk mendukung persiapan lahan.

“Semua upaya ini telah kami laporkan kepada Bapak Wali Kota Tual, yang menanggapi dengan sangat baik dan mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi,”ujarnya.

Amir menekankan bahwa ke depan pemerintah daerah mendorong agar kebutuhan pokok tertentu tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Ia menegaskan bahwa Tual memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal secara mandiri.

Ia juga menyinggung keberadaan beberapa titik dapur MBG di Warkar, Tubyal, Hirit, dan Kaimear. Keberadaan titik-titik tersebut harus didukung dengan ketersediaan bahan pangan lokal.

Selain komoditas hortikultura, ia menekankan bahwa embal, sebagai salah satu pangan lokal khas daerah, juga layak dikonsumsi dan perlu terus didorong sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Amir Rumra mendorong gerakan  menanam, mengairi, memelihara, dan beternak untuk digalakkan di masyarakat sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat harus selalu terpenuhi melalui kolaborasi petani, pemerintah, dan para penjual.

Ia mengakui bahwa petani masih membutuhkan dukungan pemerintah berupa bibit, pupuk, alat pemeliharaan, serta dukungan pengairan.

“Pemerintah daerah sebelumnya telah menyalurkan bantuan air untuk persiapan lahan, dan diharapkan bantuan tersebut terus berlanjut dan tepat sasaran,”tambahnya.

Wakil Walikota Tual, mengingatkan agar ada ego sektoral dalam upaya pengendalian inflasi, kolaborasi antara Petani, Dinas terkait dan penyuluh kementerian pertanian yang bertugas di Kota Tual, karena penyuluh sebagai garda terdepan dalam mencapai swasembada pangan dan holtikultura.

“Kita semua punya tanggung jawab. Penjual adalah garda terdepan dalam distribusi hasil pertanian. Jika komunikasi berjalan baik dan produksi meningkat, maka kita bisa bersama-sama mengatasi persoalan ini dalam rangka mengendalikan inflasi di Kota Tual,” pungkasnya.(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *