Tualerkini.com.- Pemerintah Kota Tual menggelar rapat koordinasi forum koordinasi menyambut Idul Fitri 1447 H 2026 M di kediaman Wakil Walikota Tual, Kamis 19 Maret 2026.
Hadir dalam rapat yakni forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) unsur lintas sektor keagamaan, rapat dipimpin langsung Wakil Walikota Tual Amir Rumra, Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Tual Ridwan H Renwarin.

Dalam rapat itu, salah satu agenda yang dibahas adalah keterlibatan Kelompok Pemuda Kristen tergabung dalam AM-GPM Bersama Wakil Wali Kota Amir Rumra bakal mengawal Pawai Malam Takbiran Jelang Idul Fitri 1447 H.
Agenda ini sebagai bukti pluralisme dan semangat toleransi antarumat beragama kembali ditunjukkan di Kota Tual, Maluku. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal jalannya malam takbiran hingga pelaksanaan Sholat Idul Fitri.
Momentum ini menjadi sorotan karena melibatkan kolaborasi lintas agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memperkuat harmoni sosial di daerah yang dikenal dengan keberagaman budayanya.
Dalam rangka menyemarakkan Idul Fitri, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Tual melalui Satuan Tugas (Satgas) Amaliyah Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H akan menggelar Pawai Malam Takbiran yang pelaksanaannya menyesuaikan dengan penetapan 1 Syawal 1447 H, serta melibatkan masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen umat Islam.
Partisipasi aktif dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan dapat menambah semarak syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Kota Tual.
Ketua Daerah AMGPM Kota Tual, Saul Abraham Serpara, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan bagian dari komitmen nyata menjaga persatuan.
“Setelah kami mengikuti rapat yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Tual bapak Amir Rumra, kami dari AMGPM tetap mendukung penuh toleransi antarumat beragama. Kami siap mengawal seluruh proses malam takbiran hingga Sholat Idul Fitri,” ungkap Saul kepada wartawan di Tual, Rabu (18/3/2026).
Menurut Saul, keterlibatan AMGPM merupakan program tahunan organisasi dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat hubungan antarumat beragama, khususnya di Kota Tual dan Maluku Tenggara.
Ia juga mengimbau seluruh kader AMGPM, mulai dari tingkat daerah hingga ranting, untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh kader untuk bersama-sama mengawal malam takbiran dan mendukung kegiatan ini. Nantinya, kader akan ditempatkan di titik-titik pengamanan sesuai arahan Satgas Amaliyah Ramadhan dan Idul Fitri,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai contoh konkret praktik pluralisme yang tidak hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Kota Tual menunjukkan wajah Indonesia yang damai, saling menghargai, dan menjunjung tinggi kebersamaan.
Kolaborasi antara pemuda lintas agama ini diharapkan menjadi inspirasi nasional, bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan untuk menjaga keutuhan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan ini, perayaan Idul Fitri di Kota Tual diproyeksikan berlangsung aman, tertib, dan penuh makna, sekaligus mempertegas bahwa toleransi di Indonesia tetap hidup dan terjaga.(RF)