Tualterkini.com.- Di tengah kesibukan agenda pemerintah daerah, Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra, tetap menyambangi Satgas Posko Angkutan Lebaran Arus Mudik Idul Fitri 2026. Kunjungan dilakukan di Pelabuhan Yos Soedarso Tual, Selasa, 17 Maret 2026.
Kunjungan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap Operasi Ketupat Salawaku 2026 jelang Idul Fitri 144 H.

Wakil Walikota (Wawali) Tual Amir Rumra didampingi sejumlah Kepala Dinas Teknis yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di lingkungan Pemerintah Kota Tual.
Kehadiran TPID dalam kunjungan ini bertujuan untuk memantau ketersediaan barang pokok dan stabilitas harga selama arus mudik Lebaran, sehingga masyarakat dapat mudik dengan aman dan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Amir Rumra memeriksa kesiapan Posko Angkutan Lebaran dengan harapan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman. Posko ini merupakan salah satu dari delapan posko yang disiapkan oleh Polres Tual untuk pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
Operasi Ketupat Salawaku 2026 berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan arus mudik, pusat keramaian, tempat ibadah, dan objek wisata. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center 110, layanan darurat yang tersedia 24 jam.
Selain mengunjungi Satgas Posko, Amir Rumra juga bertemu dengan pengusaha kontainer “Tanto” untuk membahas pasokan barang yang masuk ke Tual dan jadwal kapal pengangkut kontainer. Ia juga berdiskusi dengan pihak Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) untuk memastikan kelancaran arus logistik.

Dalam kunjungannya, Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas II Tual, Hansyadih, menjelaskan bahwa sejak posko Angkutan Lebaran mulai beroperasi hingga minggu pertama, tercatat total penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tual sebanyak 3.985 jiwa, sedangkan penumpang yang turun mencapai 3.811 jiwa. Data ini merupakan laporan sementara berdasarkan catatan posko.
Terkait kondisi cuaca, Hansyadih menyampaikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa gelombang laut di sekitar perairan Kepulauan Kei masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran.
“Tinggi gelombang saat ini berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Peringatan baru akan dikeluarkan jika gelombang mencapai 2 hingga 4 meter,” jelasnya di hadapan Wawali Tual dan rombongan.
Kunjungan Wakil Wali Kota ini menunjukkan komitmen pimpinan daerah untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman selama mudik, sekaligus memastikan kelancaran arus barang di wilayah Kota Tual. (RB)