Forkompida Kota Tual Sepakati Langkah Tegas Redam Konflik di Desa Fidatan

Bagikan Artikel

 

 

 

Tualterkini.com.- Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Tual, Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, S.Sos., CTMP., CHRMP., M.A.P, memimpin langsung pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama perwakilan warga Ohoi Fiditan Kompleks Kampung Baru dan Kompleks Kampung Lama. Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Walikota Tual, Selasa 25 Februari 2026.

Pertemuan tersebut merupakan inisiatif Dandim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agus Salim setelah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Tual, H.Amir Rumra yang bertujuan untuk meredam eskalasi konflik dan memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Suasana Rapat Forkompida Kota Tual bersama perwakilan masyarakat Desa Fiditan. (foto: istimewa)

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas dinamika situasi keamanan yang berulang, sekaligus bentuk sinergi antara unsur TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agus Salim, Danlanud D.D. Dumatubun Letkol Pas Firasat Amansyah, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual Ridwan H Renwarin, Wakapolres Tual Kompol Roni F. Manawan, serta Danyon Brimob Batalyon C Pelopor Kompol Rudi Muskitta.

Turut hadir Asisten I Setda Kota Tual Usman Borut, Pj Kepala Ohoi Fiditan Sayuti Raharusun, pimpinan OPD, serta tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dari kedua kompleks.

Danlanal Tual dalam arahan menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk mencari solusi konkret atas konflik yang terjadi.

Ia menilai gesekan antarpemuda menjadi salah satu pemicu utama, sehingga peran keluarga, terutama orang tua, sangat menentukan dalam pembinaan dan pengawasan.

“Kita semua hadir untuk mencari jalan keluar terbaik. Orang tua harus tegas membimbing anak-anaknya agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Forkompida Kota Tual usai gelar rapat melakukan kunjungan langsung ke Lokasi Bentrok Desa Fiditan Kecamatan Dullah Utara Kota Tual. (Foto: istimewa)

Dalam sesi diskusi, tokoh masyarakat dan tokoh agama menekankan pentingnya momentum bulan suci Ramadhan sebagai sarana pembinaan spiritual dan penguatan harmoni sosial.

Para remaja dan pemuda diharapkan mengisi Ramadhan dengan kegiatan ibadah, pengajian, tadarus Al-Qur’an, serta aktivitas keagamaan yang bernilai positif guna menumbuhkan kesadaran diri dan mempererat persaudaraan antarwarga.

Pada kesempatan itu, Dandim 1503/Tual menyampaikan bahwa aparat TNI akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan sweeping senjata tajam dari rumah ke rumah sebagai langkah preventif sekaligus penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang masih menyimpan atau menggunakan senjata dalam konflik.

Dari unsur masyarakat, sejumlah tokoh menyampaikan keprihatinan atas berulangnya insiden kekerasan serta dugaan belum maksimalnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran rumah dan bengkel warga.

Mereka meminta penambahan pos keamanan di titik rawan, penindakan tegas terhadap provokator, serta respons cepat pemerintah daerah bagi warga terdampak.

Pertemuan tersebut menghasilkan tiga komitmen bersama, yakni penyusunan Peraturan Desa/Ohoi sebagai payung hukum lokal, penguatan koordinasi masyarakat sebagai bentuk deteksi dini, serta pelaksanaan sweeping senjata tajam dan penindakan tegas terhadap setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Usai pertemuan, Danlanal Tual bersama Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turun langsung ke Kompleks Fiditan Lama dan Fiditan Baru untuk menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga. Hingga pukul 02.00 WIT dini hari, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *