Tualterkini.com.- Aksi bentrokan antar kelompok pemuda terjadi di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Selasa (24/2/2026) sore. Dalam insiden tersebut, Kapolres Tual, Whansi Des Asmoro, serta seorang pemuda dilaporkan mengalami luka akibat terkena panah.
Berdasarkan informasi dari Humas Polres Tual, peristiwa saling serang melibatkan kelompok pemuda Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru. Bentrokan pertama kali terjadi sekitar pukul 16.59 WIT.
Situasi sempat memanas ketika pada pukul 17.00 WIT massa dari Kampung Lama dilaporkan melakukan pelemparan bom Molotov ke arah Kampung Baru. Aparat kepolisian kemudian bergerak cepat merespons kejadian.

Pada pukul 17.10 WIT, Wakapolres Tual, Kompol Roni F. Manawan, bersama personel Dalmas tiba di lokasi dan memberikan imbauan kepada massa. Selanjutnya, sekitar pukul 17.20 WIT, Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memimpin langsung upaya pembubaran.
Namun, pada pukul 17.47 WIT, Kapolres Tual terkena panah waer di bagian bawah lutut kaki kiri. Hingga pukul 17.55 WIT, sebagian massa Kampung Lama masih melakukan perlawanan sebelum akhirnya diminta kembali ke pos pengamanan di depan puskesmas.
Untuk memperkuat pengamanan, personel Yon C Pelopor Sat Brimob Polda Maluku yang dipimpin Dansat Brimob, KBP Irfan S.P. Marpaung, tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIT. Massa dari kedua kelompok dilaporkan mulai membubarkan diri dan kembali ke kompleks masing-masing sejak pukul 18.10 WIT.
Adapun korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur, yakni AKBP Whansi Des Asmoro (Kapolres Tual), mengalami luka akibat panah di lutut kaki kiri bawah.
Rizqi R Taweatubun (19), pelajar/mahasiswa asal Fiditan Kampung Baru, mengalami luka panah di kaki kiri pangkal jari telunjuk.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab bentrokan sekaligus memastikan langkah-langkah penanganan agar kejadian serupa tidak terulang. (RB)