Tualterkini.com.- Sejumlah anak muda di Kota Tual menunjukkan praktik toleransi yang konkret dengan menggelar aksi pembersihan di Masjid Agung Al-Huriyah 45, Sabtu 21 Februari 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Ai Roland melalui komunitas MARYADAT CREATIVE itu melibatkan pemuda-pemudi beragama Nasrani yang secara sukarela membersihkan area masjid di tengah bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Sejak pagi, para relawan membersihkan halaman dan saluran drainase di sekitar masjid. Mereka juga memisahkan sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari upaya sederhana mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih tertib dan ramah lingkungan.
Ai Roland menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen anak muda Tual untuk menjaga kebersamaan dan merawat ruang publik tanpa memandang perbedaan agama.
“Ramadhan adalah momentum spiritual bagi saudara-saudara Muslim. Kami ingin berkontribusi dengan memastikan rumah ibadah dalam kondisi bersih dan nyaman. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi tentang kebersamaan,” ujar Ai Roland.
Menurutnya, MARYADAT CREATIVE yang selama ini dikenal sebagai komunitas kreatif di bidang seni dan produksi konten, kini memperluas gerakan pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial dinilai sebagai bentuk nyata toleransi yang tumbuh dari kesadaran generasi muda, bukan sekadar simbolik.
Secara nasional, penguatan moderasi beragama dan kerukunan umat menjadi agenda strategis pemerintah. Indeks Kerukunan Umat Beragama yang dirilis Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir berada pada kategori tinggi, namun tetap membutuhkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat akar rumput. Di Maluku, yang memiliki sejarah panjang dinamika sosial-keagamaan, kolaborasi seperti ini dinilai penting sebagai upaya preventif menjaga stabilitas sosial.
Dari sisi kebijakan lingkungan, aksi ini sejalan dengan dorongan pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan rumah ibadah. Pengelolaan sampah dengan cara pemisahan sederhana serta penguatan budaya bersih menjadi bagian dari strategi pengurangan timbulan sampah di kawasan perkotaan dan pesisir.
Tokoh masyarakat Sigit Tamher mengapresiasi langkah para pemuda tersebut. Ia menilai, aksi sosial seperti ini tidak hanya memperkuat kohesi sosial, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa merawat lingkungan dan fasilitas ibadah adalah tanggung jawab bersama sebagai warga kota.
Dalam bulan Ramadhan, Sigit menambahkan, Masjid Agung Al-Huriyah 45 menjadi salah satu pusat aktivitas keagamaan dengan meningkatnya jumlah jamaah untuk salat tarawih dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Dengan kondisi yang lebih bersih dan tertata, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Inisiatif yang digerakkan MARYADAT CREATIVE ini menegaskan bahwa generasi muda Kota Tual memilih jalur kolaborasi dan kerja nyata dalam merawat harmoni. Di tengah tantangan isu intoleransi dan persoalan lingkungan yang kian kompleks, langkah sederhana tersebut menjadi pesan kuat bahwa toleransi dan kepedulian ekologis dapat berjalan beriringan dalam satu gerakan sosial.