Karyawan Perusahaan Mutiara di Pulau Lik Meninggal Dunia, Keluarga Laporkan Dugaan Penganiayaan

Bagikan Artikel

 

 

Tualterkini.com.– Seorang karyawan perusahaan mutiara di Pulau Lik, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Veronika Rahanyanat, meninggal dunia pada Jumat dini hari, 20 Februari 2026, di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun. Kematian korban memicu perhatian publik setelah pihak keluarga mengungkap adanya sejumlah memar pada tubuh almarhumah.

Menurut keterangan keluarga, memar terlihat di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan dan area mulut. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa korban kemungkinan mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

 

Beberapa jam setelah Veronika dinyatakan meninggal, keluarga melalui Simon Rahanyanat melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Maluku Tenggara. Dugaan penganiayaan telah dicatat resmi dalam laporan polisi tertanggal 20 Februari 2026, disertai surat tanda penerimaan laporan.

Keluarga menegaskan bahwa yang dipersoalkan bukan semata kematian korban, melainkan jejak kondisi fisik yang diduga telah muncul sejak Veronika menjalani perawatan medis pada 16 Februari 2026.

“Mereka meminta agar dilakukan visum dan autopsi secara independen guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah, ” tuturnya.

Veronika diketahui bekerja di sebuah perusahaan mutiara yang beroperasi di Pulau Lik. Lokasi kerja korban kini menjadi sorotan, menyusul pertanyaan terkait kemungkinan adanya insiden kerja atau tindakan kekerasan.

Anggota DPRD Maluku Tenggara, Yosua Renmaur, secara terbuka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Ia menilai transparansi dan ketegasan aparat sangat penting demi menjaga rasa aman pekerja serta akuntabilitas perusahaan.

“Kasus ini harus ditangani secara serius dan terbuka. Jika ada unsur pidana, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Publik kini menantikan langkah konkret kepolisian, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, pengamanan lokasi kerja, serta penyampaian hasil visum kepada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait peristiwa tersebut.

Kasus meninggalnya Veronika Rahanyanat menjadi perhatian luas masyarakat Maluku Tenggara. Banyak pihak berharap penyebab kematian korban dapat diungkap secara objektif, transparan, dan berdasarkan bukti ilmiah.(RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *