Tualterkini.com.- Wakil Walikota Tual Amir Rumra mewakili Walikota Tual Akhmad Yani Renuat menghadiri sekaligus membuka Sidang Jemaat di Gereja Sinai Taar, Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, Minggu 15 Februari 2026.
Wakil Walikota Tual bersama Rombongan dijemput dengan Ritual Adat dan pemasangan selendang di leher Wakil Walikota Tual dan Wakil Ketua DPRD Kota Tual di depan Gereja Sinai Taar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tual, TNI-Polri, Sekertaris Klasis Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual, sekaligus Pandeta Ny.Leni Sedubun STH, Para Majelis Jemaat, Para Pendeta dan Pelayan Firman, Para Penatua dan Diaken, Kepala Ohoi Taar, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Ketua Majelis Jamaat,
Sebelumnya menyampaikan sambutan Wakil Walikota Tual menyampaikan Pesan permohonan maaf dari Walikota Tual kepada Ketua Klasis, Majelis, Jemaat GPM Taar dan Tokoh Agama, Tokoh Adat serta tamu undangan karena Walikota Tual dalam kondisi pemulihan kesehatan.
“Beliau (Walikota Tual) tidak sempat hadir dalam kegiatan ini arena masih pemulihan kesehatan, ” ungkap Wakil Walikita Tual Amir Rumra disertai ucapan terimakasih banyak atas doa dari warga Kota Tual bagi kesehatan Walikota.

Walikota Tual Akhmad Yani Renuat mewakili Pemerintah Kota Tual mengapresiasi Jemaat GPM Sinai Taar yang konsisten menjalankan roda organisasi gereja sehingga mekanisme pelayanan bagi jemaat dapat berjalan baik.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh majelis dan Jemaat GPM Taar yang secara konsisten melaksanakan persidangan sebagai bagian dari mekanisme pelayanan Gereja yang tertib, transparan dan bertanggung jawab, ” tutur Walikota dalam sambutannya, Minggu (15/2/2026).
Walikota menegaskan, persidangan Jemaat dibuka bukan sekedar agenda rutin organisasi Gereja, tetapi merupakan momentum strategis untuk melakukan evaluasi pelayanan, merumuskan program kerja, serta memperkuat komitmen iman dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama.
“Saat ini Kota Tual menghadapi berbagai dinamika dan tantangan pembangunan, sebagai daerah kepulauan dengan potensi kelautan dan perikanan pemberdayaan nelayan, serta pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal.
Atas potensi itu, sambung Walikota, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta membuka peluang kerja bagi generasi muda.
“Kita juga menyadari pentingnya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kerukunan hidup antarumat beragama, dalam masyarakat yang majemuk serta Kota Tual, peran gereja sangat strategis sebagai mitra Pemerintah dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi, dan persaudaraan, serta menjadi penyejuk di tengah berbagai isu sosial yang berkembang, “paparnya.
Walikota mengaku percaya bahwa GPM Jemaat Taar memiliki kontribusi nyata dalam membina umat, memperhatikan kesejahteraan warga Jemaat, serta mendukung program-program pembangunan Daerah, sinergi antara Pemerintah dan Gereja merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Kota Tual yang maju, Aman dan sejahtera.
“Melalui persidangan ke-47 ini, saya berharap akan lahir keputusan-keputusan yang bijaksana, program pelayanan yang kontekstual dan solutif, serta langkah-langkah nyata yang menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat, “pesannya. (RF)