Harga Pangan di Kota Tual Melonjak, Pemerintah Turun Tangan Lewat Tim Siber

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.- Pemerintah Kota Tual berkomitmen mengantisipasi keterbatasan stok sembilan bahan pokok. Namun, pemerintah juga ingin memastikan tidak terjadi lonjakan harga barang di pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual Darmawati Amir. (Foto: istimewa)

Menjelang Bulan Ramadhan 1446 H/2026M, pemerintah Kota Tual melalui Tim Siber melakukan operasi di sejumlah pedagang/penjual di Kota Tual.

“Lonjakan harga bahan pokok di pasar Kota Tual memicu perhatian serius pemerintah daerah. Tim Siber Kota Tual bersama Dinas Ketahanan Pangan menelusuri selisih harga yang melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah,” akui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual Darmawati Amir kepada Tualterkini.com,  Jumat (13/02/2026).

Ia mengaku, komoditas seperti ayam, cabai, beras, kedelai, hingga daging sapi menjadi fokus pengawasan karena di beberapa titik pasar dijual jauh di atas ketentuan.

Harga Ayam dan Cabai Masih di Atas HAP

Dari penelusuran Tim Siber ditemukan harga ayam dan cabai masih dijual di atas harga acuan pemerintah. Ayam yang seharusnya HAP-nya Rp30.000–40.000 per kilogram kini mencapai Rp55.000–65.000, sementara cabe tetap di atas HAP Rp30.000 meski sudah turun dari harga sebelumnya.

Selain masalah HAP Daging Ayam, distribusi Beras Bulog menjadi salah satu keluhan warga yang dijual tidak sesuai HAP.

“Distribusi beras melalui Perum Bulog juga menjadi sorotan. Beras premium merek Ramus seharusnya dijual Rp15.800 per kilogram sesuai HAP. namun di pasar harganya tembus Rp17.000 per kilogram,”sebutnya.

Darmawati menambahkan, Penelusuran Tim Siber menunjukkan, harga yang dilepas Bulog ke distributor sudah di kisaran Rp15.700–15.800 karena memperhitungkan bunga bank dan biaya distribusi.

Akibatnya, jika pedagang menjual sesuai HAP, margin keuntungan hampir tidak ada. Persoalan ini telah dilaporkan ke pusat untuk dievaluasi apakah perlu penyesuaian HAP atau pembenahan rantai distribusi.

Terkait keluhan terbatasnya stok kedelai sempat terjadi kekosongan kedelai di pasar, namun pemerintah memastikan stok sedang dalam perjalanan menuju Papua dan diperkirakan tersedia dalam minggu depan.

Untuk stok Daging Sapi, Darwati mengaku harga melonjak hngga Rp190 Ribu.Harga daging sapi segar kini mencapai Rp190.000 per kilogram, jauh di atas HAP Rp140.000 di Papua.

“Hasil investigasi Tim Siber menunjukkan harga di tingkat awal, termasuk di TPA dan wilayah MBD, sudah tinggi sebelum ditambah biaya distribusi ke daerah terpencil. Beban logistik menjadi faktor dominan kenaikan harga ini, ” bebernya.  (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *