
Tualterkini.com.- Kesadaran ibu hamil untuk memeriksa kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Tual masih minim. Padahal, pemeriksaan ibu hamil akan meminalisir ancaman kesehatan bagi ibu dan calon bayi. Realitas ini, mendorong Maswati Rumra menawarkan program ‘Gertak Bunda’ salah satu peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XVII tahun 2025 pada Balai Pembinaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku.
Gertak Bunda merupakan Gerakan Tangkap Ibu Hamil Malas Periksa Kehamila. Proyek PKA yang lahir dari inisiatif promotif–preventif yang dilakukan secara terstruktur oleh Puskesmas bersama perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal sesuai standar.
Maswati Rumra yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tual itu menyebutkan dengan dilaksanakan Program ‘Gertak Bunda’ dilaksanakan sebagai upaya menekan risiko komplikasi kehamilan, mendeteksi dini faktor bahaya, serta meningkatkan angka kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan.
Atas program tersebut, Pemerintah Kota Tual secara resmi melaunching Program ‘Gertak Bunda’ yang dilaunching oleh Staf Ahli Walikota Tual Gufroni Rahanyamtel mewakili Walikota Tual Akhmad Yani Renuat yang berlangsung di Aula Balaikota Tual, Selasa 9 Desember 2025.
Walikota Tual dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Walikota Tual Gufroni Rahanyamtel mengatakan peluncuran proyek perubahan pemerintah Kota Tual tahun 2025 merupakan karya inovasi dari ASN bagi pelayan publik yang lebih baik di lingkup Pemkot Tual.
“Terkait pelaksanaan kegiatan ini, saya selaku kepala daerah menyampaikan terima kasih dan apresiasi serta penghargaan kepada bapak dan ibu atas karya dan inovasi yang lahir lewat proyek perubahan yang sudah barang tentu akan membawa pengaruh dan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan yang optimal kepada masyarakat di Kota Tual,” puji Walikota dalam sambutan tertulis dibacakan di Balaikota Tual, Selasa (10/12/2025).
Kata Walikota, tentu proyek perubahan ini juga diharapkan menjadi motor penggerak percepatan, perwujudan Tual sebagai kota yang maju, aman religius, berbudaya, bardaya saing dan berkelanjutan sesuai visi-misi pemerintah Kota Tual.
“Saya berharap, proyek perubahan ini dapat diimplementasikan dan terus berjalan sehingga apa yang sama-sama kita harapkan bisa terealisasi tentu untuk perkembangan tata kelola dan penyelenggaraan pemerintah,” harapnya.
Proyek Gertak Bunda ini digagas oleh Performer Maswati Rumra, salah satu peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XVII thn 2025. Gerakan Tangkap Ibu Hamil Malas Periksa Kehamilan atau disingkat ‘Gertak Bunda’ merupakan sebuah inisiatif promotif-preventif yang dilakukan secara terstruktur oleh Puskesmas bersama perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal sesuai standar.
Program ini diawali dengan pendataan dan pemetaan ibu hamil oleh kader posyandu dan bidan desa. Berdasarkan data tersebut, tim kemudian mengidentifikasi ibu hamil yang belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan atau memiliki jarak kunjungan yang terlalu lama.
Setelah terdata, tim melakukan pendekatan persuasif melalui kunjungan rumah (home visit) untuk memahami alasan mereka enggan memeriksakan kehamilan, seperti kesibukan, kurangnya pemahaman, akses transportasi, atau ketakutan tertentu.
Pada saat home visit, kader dan bidan memberikan edukasi, melakukan skrining awal, serta menyampaikan manfaat penting pemeriksaan ANC. Jika ibu hamil bersedia, tim langsung mengantar ibu hamil ke Puskesmas menggunakan kendaraan ambulans Puskesmas.
Sesampainya di Puskesmas, ibu hamil mendapatkan pelayanan ANC terpadu, meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan status gizi, pemeriksaan laboratorium dasar, pemberian suplemen, konseling gizi, serta rujukan kasus jika diperlukan. (RF)