Literasi Digital Perempuan Jadi Kunci Tual Hadapi Era 6G

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.- Penguatan literasi digital, khususnya pada kelompok perempuan, menjadi kebutuhan mendesak agar Kota Tual mampu beradaptasi dengan percepatan teknologi menuju era 6G.

Literasi kini tidak lagi sebatas membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi secara bijak.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual Ratnasari Tamher mengatakan, sebagian besar pegiat literasi di Tual saat ini digerakkan perempuan secara sukarela. Keterlibatan itu menunjukkan peran nyata perempuan dalam membangun ekosistem literasi daerah.

“Perempuan tidak boleh tertinggal dalam perkembangan informasi dan teknologi. Literasi menjadi kebutuhan penting agar kita mampu memahami informasi, mengambil keputusan yang tepat, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Ratnasari saat diwawancarai pada Senin (1/06/2026).

Ia mengakui tantangan masih besar. Keterbatasan akses informasi dan kesenjangan pemahaman digital membuat penguatan literasi menjadi kebutuhan mendesak.

 

Menurut Ratnasari, dunia sudah memasuki tahap pengembangan 6G yang diproyeksikan sebagai generasi telekomunikasi setelah 5G. Tiongkok dilaporkan meluncurkan uji coba Pre-6G di Nanjing pada 21/4/2026 dengan performa 10 kali lebih cepat dari 5G. Jepang juga mencatat uji transmisi data hingga 112 Gbps.

 

“Meski Tual belum menikmati 5G seperti Jakarta atau Surabaya, kita tidak boleh tertinggal dalam kesiapan SDM. Literasi digital harus dipersiapkan sejak sekarang,” katanya.

 

Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tual mengembangkan fasilitas publik: ruang baca anak, remaja, dewasa, dan lansia, serta sistem keanggotaan barcode digital. Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial TPBIS juga dijalankan agar perpustakaan menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan ekonomi.

 

Pemerhati Perempuan dan Anak Rofiko Rahayu Kabalmay, S.Psi. menambahkan, perempuan adalah fondasi pembangunan SDM karena berperan membentuk karakter generasi sejak dalam keluarga.

 

“Perempuan ibarat tanah yang menumbuhkan kehidupan. Investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah memastikan perempuan punya akses pendidikan, informasi, dan ruang berkembang,” ujar Rofiko.

 

Ratnasari mengimbau masyarakat memanfaatkan teknologi sebagai jendela ilmu, bukan sekadar hiburan. “Jangan hanya untuk hiburan. Jadikan teknologi sarana membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penguatan literasi berkelanjutan ini menjadi bagian komitmen Wali Kota Tual H. Ahmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H. bersama Wakil Wali Kota H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si. untuk membangun daerah berbasis pengetahuan dan peningkatan kualitas SDM. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *