Tualterkini.com.- Halal bihalal dengan tema “Merajut Kebersamaan dan Memperkokoh Persaudaraan di Hari Fitrah dalam Bingkai Ain Ni Ain” berlangsung khidmat di Halaman Masjid Al‑Hijrah, Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Jumat malam 27/03/2026.
Hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Wali Kota Tual, Hi. Ahmad Yani Renuat, Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, Ketua DPRD Kota Tual Hj. Aisyah Renhoat, Pj. Sekda Kota Tual Ridwan Renwarin, Raja Dullah, Bayan Renuat, Kepala Desa Fiditan Sayuti Raharusun, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh masyarakat Desa Fiditan.

Wali Kota dalam sambutannya “Menyampaikan terima kasih kepada adik-adik pemuda Fiditan yang memprakarsai kegiatan halal bihalal, serta kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan acara. Wali Kota juga meminta maaf atas ketidakhadirannya dalam beberapa perayaan sebelumnya akibat menjalani operasi, sekaligus menyampaikan harapan agar semua pihak dapat saling memaafkan.
“Momentum halal bihalal bukan sekadar ritual tahunan, tetapi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan sosial. Kita saling memaafkan atas kekurangan yang ada, namun ada hal-hal yang tidak dapat dimaafkan, termasuk membawa lari istri orang, karena itu melanggar hak dan kehormatan pihak lain,” tegas Wali Kota.
Selanjutnya, Wali Kota menekankan pesan penting bagi pemuda Desa Fiditan.
“Bangun persatuan, jadilah agen kebaikan, dan pahami bahwa menjaga keharmonisan lebih penting daripada kekuatan fisik. Kita bisa belajar dari situasi global, seperti konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, ” ujarnya.
Kata Walikota, meski rezim kepemimpinan Iran sempat runtuh, masyarakatnya tetap bersatu dan mampu bertahan. Ini menunjukkan bahwa kekuatan sesungguhnya bukan hanya pada alat perang atau teknologi, tetapi pada persatuan, dialog, dan kesadaran kolektif.
“Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap bersatu, waspada, dan mampu menghadapi tantangan, baik lokal maupun global, “tekannya.

Wali Kota juga menyampaikan pesan bagi aparatur ASN, mengingatkan agar tidak bekerja semata karena mengharapkan imbalan.
“Pengalaman saya ketika mengabdi di Pemprov Maluku menunjukkan bahwa kami tidak bekerja dengan pola ‘mau dilayani baru bekerja’. Kami memberikan pelayanan prima, dan rezeki akan datang dengan sendirinya. Saya harap seluruh ASN di Kota Tual dapat meneladani hal ini, bekerja profesional, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama, “tandasnya.
Wali Kota juga menyinggung soal efisiensi anggaran dan pentingnya prioritas pembangunan, namun menegaskan bahwa semua upaya diarahkan untuk memberikan manfaat maksimal bagi warga, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah
“Sebagai kepala daerah, saya merasa bertanggung jawab atas semua warga Kota Tual, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dan mempererat silaturahmi antarwarga. Mari kita utamakan hal-hal yang penting bagi kesejahteraan masyarakat, sambil bekerja sama secara efisien dan saling mendukung, termasuk dalam pembangunan. Bangun persatuan, jadilah agen kebaikan, dan jaga keharmonisan sosial,” pungkas Wali Kota.
Pesan ini menegaskan bahwa persatuan masyarakat, peran pemuda, integritas ASN, dan kesadaran moral menjadi fondasi utama bagi Kota Tual dalam menghadapi tantangan lokal maupun global.(RF)