Wawali Tual; Listrik Pulau Kur Kembali Normal; 4 Pulau Masih Gelap Hampir 80 Tahun

Bagikan Artikel

 

 

 

Tualterkini.com.- Layanan listrik di Kecamatan Pulau-Pulau Kur  Kota Tual akhirnya kembali normal setelah sempat terganggu beberapa hari terakhir. Sayangnya, masih terdapat 4 Pulau masih gelap.

Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra menjelaskan memastikan pemulihan ini berjalan lancar berkat koordinasi cepat antara pemerintah daerah dan PLN.

Gangguan listrik sebelumnya disebabkan kerusakan mesin pembangkit milik PT PLN (Persero) ditambah keterlambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) akibat cuaca buruk yang menghambat transportasi laut menuju pulau-pulau tersebut.

“Berdasarkan informasi dari Kepala UP3 PLN Tual melalui pesan WhatsApp, kapal pengangkut BBM telah berhasil mendarat di Pulau KUR. Saat ini proses pembongkaran (unloading) sedang berlangsung untuk memastikan pembangkit dapat kembali beroperasi normal,” ujar Amir saat di Wawancarai mendia ini, Jumat (13/3/2026).

Proses unloading dilakukan dengan memindahkan BBM dari kapal ke fasilitas penampungan di darat sebelum didistribusikan ke mesin pembangkit. Setelah pasokan BBM tersalurkan, listrik di Pulau Kur dapat kembali menyala 24 jam sehingga dipastikan masyarakat di Hirit hingga Lokwirin dapat beraktivitas normal.

Amir menyampaikan apresiasi kepada PLN UP3 Tual atas kerja keras menghadirkan layanan listrik 24 jam di Pulau Kur.

“Atas nama Pemerintah Kota Tual dan mewakili Bapak Wali Kota, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN yang telah memberikan pelayanan terbaik. Ini bukti komitmen PLN untuk menjaga kebutuhan listrik masyarakat, meski menghadapi tantangan distribusi BBM di wilayah kepulauan,” kata Amir.

Meski Pulau Kur kini kembali terang, Amir menegaskan bahwa masih terdapat empat pulau di Kota Tual yang belum menikmati listrik sama sekali, meskipun Indonesia telah merdeka hampir 80 tahun.

Pulau-pulau tersebut adalah Kaimear, Mangur, Fadol, dan Pulau Ut. Ketiadaan pembangkit listrik menjadi penyebab utama keterlambatan akses energi di wilayah ini.

Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM menargetkan elektrifikasi penuh di seluruh wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) pada 2029–2030, termasuk di Maluku.

PLN juga telah membangun beberapa pembangkit listrik terpusat berbasis energi terbarukan di kepulauan Maluku, namun empat pulau di Kota Tual masih membutuhkan perhatian serius agar warganya dapat menikmati listrik.

“Kami mendorong PLN dan pemerintah pusat untuk segera memperluas pembangunan pembangkit dan jaringan listrik ke pulau-pulau yang belum teraliri listrik. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan aktivitas ekonomi di wilayah terpencil,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Wakil Wali Kota mengimbau masyarakat yang akan mudik menjelang Idul Fitri 1447 H untuk selalu mengutamakan keselamatan dan turut menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat agar suasana tetap kondusif.(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *