Pemkot Tual Akan Gelar Pasar Murah Di Pulau-pulau; Dorong Gerakan Menanam Tekan Inflasi

Bagikan Artikel

 

 

 

Tualterkini.com.-Berdasarkan pemantauan media, pada sambutan sekaligus membuka Gerakan Pasar Murah di Ohoi Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Jumat 6/3/2026

Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, menegaskan bahwa Gerakan Pasar Murah di Pulau-Pulau akan dilaksanakan pada 10 Maret 2026 mendatang. Kegiatan ini sekaligus menjadi agenda kunjungan kerja untuk meninjau kondisi wilayah kepulauan dan memastikan ketersediaan pangan.

Pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memfokuskan pelaksanaan gerakan ini di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi logistik, seperti Kecamatan Tayando Tam, Pulau-Pulau Kur, dan Kur Selatan. Wilayah ini dinilai paling rentan mengalami fluktuasi harga karena faktor geografis serta keterbatasan moda transportasi laut.

Menurut Amir Rumra, distribusi dan logistik sering menjadi faktor utama yang memengaruhi harga pangan di wilayah kepulauan.

“Intervensi pasar melalui Gerakan Pasar Murah penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan ekspektasi harga agar tidak melonjak tajam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi transportasi laut yang bergantung pada faktor cuaca dan terbatasnya rute pelayaran kerap memengaruhi kelancaran distribusi bahan pokok. Situasi tersebut berpotensi menyebabkan fluktuasi harga apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan stabilisasi pasar.

Melalui program pasar murah, pemerintah akan menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, antara lain beras, tepung terigu, gula pasir, telur, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, serta berbagai jenis sayur-sayuran. Program ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah dan TPID, tetapi juga didukung sejumlah mitra strategis seperti Perum Bulog, BUMN, BUMD, serta Bank Maluku Malut.

Selain langkah jangka pendek melalui pasar murah, Amir Rumra mendorong strategi jangka panjang melalui penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga dengan program Gerakan Menanam di setiap rumah tangga maupun lingkungan komunitas. Dengan asumsi jumlah rumah tangga sekitar 20.000, alokasi anggaran Rp23.000 per rumah untuk bibit dan media tanam dinilai cukup untuk menjangkau seluruh kota.

Program ini mencakup bibit sayuran dan hortikultura seperti cabai, jagung, tomat, bawang merah, dan bawang putih, serta media tanam berupa pot plastik dan pupuk organik. Selain menambah ketahanan pangan, program ini memiliki nilai edukatif, potensi pendapatan tambahan dari hasil panen, dan memperkuat jejaring sosial antar warga.

Amir menegaskan bahwa Gerakan Pasar Murah bersifat sementara, sedangkan Gerakan Menanam merupakan program jangka panjang dan berkelanjutan yang dapat menghemat postur APBD dan menekan inflasi secara terukur.

“Dengan integrasi program berkelanjutan, anggaran lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat, terutama rumah tangga berpendapatan rendah,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tual optimistis kombinasi kebijakan stabilisasi harga melalui Gerakan Pasar Murah dan penguatan produksi pangan rumah tangga ini akan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, terutama bagi warga di wilayah kepulauan.(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *