Tualterkini.com.- Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra mewakili Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat menghadiri kegiatan tausyiah dan tasyakuran bersama anak yatim dan piatu dari RT 002/RW 004 dan RT 003/RW 004 Kelurahan Masrum Kota Tual dan perwakilan anak yatim piatu dari Kelurahan Lodar El. Kegiatan berlangsung di Kantor Perpustakaan Daerah Kota Tual, Rabu 11 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Baru Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual, Jalan Dharma Wanita, Kelurahan Lodar El, tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, para kepala OPD, serta staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual.
Dalam sambutan, Wakil Walikota Tual Amir Rumra menegaskan bahwa perhatian terhadap anak yatim, piatu, fakir miskin, dan anak-anak terlantar bukan sekadar bentuk empati sosial, melainkan kewajiban negara yang bersifat konstitusional.
Ia mengutip Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara
“Negara harus hadir. Pemerintah daerah wajib memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan perlindungan, pembinaan, serta akses pendidikan yang layak,” tegasnya.
Pada momentum syukuran tersebut, orang nomor dua di Kota Tual itu juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat oleh RT setempat.
Ia meminta agar anak-anak dari keluarga tidak mampu atau berpenghasilan rendah segera didata untuk diprioritaskan mengikuti program Sekolah Rakyat (SR) yang saat ini sedang dalam proses pembangunan oleh pemerintah.
Menurutnya, Sekolah Rakyat dibangun dengan dukungan anggaran sebesar Rp250 miliar dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terbebani persoalan biaya.
“RT harus aktif mendata. Jangan sampai ada anak yang seharusnya mendapat kesempatan belajar di Sekolah Rakyat justru terlewatkan karena tidak terdata,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas Gedung Perpustakaan Daerah sebagai ruang belajar dan pengembangan diri. Melalui layanan perpustakaan, masyarakat dapat mengakses pinjaman buku, literasi digital, serta berbagai program edukasi kreatif.
Hal ini sejalan dengan petunjuk teknis Perpustakaan Nasional yang menekankan peran perpustakaan daerah sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki akses terhadap informasi, pengetahuan, dan keterampilan sejak dini.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, tausyiah motivasi, serta penyerahan simbolis bantuan dan bingkisan kepada anak yatim dan piatu. Momentum ini menjadi penegasan bahwa kepedulian sosial dan amanat konstitusi bukan sekadar teks, melainkan komitmen nyata yang terus diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan Pemerintah Kota Tual. (RF)