Jembatan Titian Werhir Sepanjang 375 Meter Bakal Jadi Ikon Wisata Kota Tual

Bagikan Artikel

 

Tualterkini.com.-  Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus menggenjot penataan kawasan permukiman pesisir.Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan Jembatan Titian Werhir yang berada di pintu masuk Kota Tual.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tual, Usman Renur, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TBBKT) Tahun Anggaran 2025.

“Pekerjaan ini adalah bagian dari program nasional pengentasan kawasan kumuh. Di kawasan Werhir, kami menangani sekitar 142 unit rumah, pembangunan jembatan titian sepanjang 375 meter, serta jalan lingkungan berpaving sepanjang 1.400 meter,” ujar Ussman  saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (10/2/2026).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Tual Usman Renur meninjau pekerjaan Jembatan Titian Werhir Sepanjang 375 Meter. (Foto: istimewa)

Ia menjelaskan, program tersebut menyasar tujuh aspek kekumuhan. Dari tujuh aspek tersebut, Dinas Perkim menangani dua sektor utama, yakni sektor perumahan dan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU). Sementara sektor sanitasi dan air minum ditangani oleh Dinas PUPR.

Menurut Usman, pelaksanaan pembangunan PSU telah rampung 100 persen sejak tahun 2025, sedangkan pembangunan rumah masih dalam proses penyelesaian karena adanya kendala teknis di lapangan.

“Rumah-rumah yang masih berjalan masuk dalam skema luncuran pekerjaan. Insya Allah, pertengahan tahun ini seluruhnya dapat diselesaikan,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Dinas Perkim juga menjalankan program konsolidasi tanah. Seluruh rumah penerima manfaat dalam program ini akan mendapatkan sertifikat lahan, sekaligus dibentuk Kelompok Penerima dan Pemanfaat (KPP) untuk mengelola serta memelihara infrastruktur yang telah dibangun.

“Kami berharap infrastruktur ini dirawat dengan baik, baik dari sisi pemeliharaan bangunan maupun pengelolaan sampah, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Akses Warga, Pengangkutan Sampah, hingga Destinasi Wisata

Usman menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Titian Werhir memiliki fungsi strategis sebagai akses utama masyarakat pesisir yang selama ini minim infrastruktur.

“Sekarang rumah-rumah di tepian pantai sudah bisa dijangkau kendaraan roda dua. Pengangkutan sampah pun bisa menggunakan tosah, yang sebelumnya cukup sulit dilakukan,”akuinya.

Dengan letaknya yang strategis di pintu masuk Kota Tual, jembatan titian ini juga diharapkan menjadi ikon baru Kota Tual, meningkatkan estetika kawasan, serta berkembang menjadi destinasi wisata.

“Ke depan, kawasan ini bisa menjadi ruang ekonomi masyarakat. Warga bisa menjual kopi, jajanan, dan aktivitas UMKM lainnya. Perekonomian masyarakat di sekitar Werhir tentu akan ikut meningkat,” harapnya.

Terkait peresmian, Pemerintah Kota Tual sebelumnya mewacanakan peresmian oleh Gubernur Maluku, yang pernah meletakkan batu pertama pembangunan. Namun hingga kini belum terealisasi karena agenda kunjungan luar negeri.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk segera melakukan peresmian sekaligus penyerahan sertifikat rumah,” tutupnya. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *