Damkar Tual Butuh Tambahan Fire Boad

Bagikan Artikel

 

 

Tualterkini.com.- Kondisi geografis Kota Tual yang luas lautan lebih besar dari daratan menjadi salah satu tantangan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tual. Pasalnya, sebagian pemukiman warga terdapat di wilayah yang tak bisa dilalui melalui angkutan mobil. Hal ini diakui Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tual Jan M.E. Tallaud saat diwawancari Tualterkini.com di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tual Jan M.E. Tallaud

Menurut Jan, dalam menjalankan tugas dan fungsi Damkar Kota Tual dengan fasilitas yang masih terbatas. Pasalnya, seperti salah satu peristiwa kebakaran di Dermaga Kapal Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tual. Salah satu terbakar habis dan tak bisa tertolong akibat peralatan terbatas.

“Pernah terjadi kebarakan kapal di daerah Lanal dan kapal tersebut terbakar sampai habis (puing-puing), ” tutur Jan.

Jan mengaku, kondisi geografis Kota Tual sangat mempengaruhi pelaksanaan tugas Damkar di lapangan. Saat ini, pelaksanaan tugas hanya menjangkau wilayah perkotaan atau ibu kota, yang meliputi dua kecamatan.

“Saat ini, kita kerja hanya melayani dua kecamatan. Ada masih tiga kecamatan di pulau-pulau. Kondisi ini membutuhkan relawan Damkar untuk 27 desa, 3 kelurahan untuk kemandirian desa mengantisipasi kebakaran, “ujarnya.

Selain pemukiman warga berada di pulau-pulau. Namun, adapula pemukiman warga berada di perkotaan namun tidak dapat dijangkau menggunakan mobil Damkar.

” Misalnya Desa Fair, yang berada depan Kota Tual, itu tidak memiliki akses jalan raya untuk mobil Damkar, karakteristik jalan untuk kendaraan sepeda motor. Daerah seperti ini, kita butuhkan motor tabung seperti ada di DKI Jakarta, “ungkapnya.

 

Kendaraan motor tabung, sambung Jan, merupakan solusi untuk melayani warga yang pemukiman padat penduduk seperti di DKI Jakarta.

Selain itu, orang nomor satu di Dinas Damkar Kota Tual itu mengusulkan adanya kebutuhan Fair Biar (kapal pemadam kebakaran) mengingat kondisi pemukiman warga yang terletak di pulau.

” Fair Boad, ini penggunaan air laut. Jadi bisa standby jika di wilayah tertentu terjadi kebakaran seperti Desa Fair, kita bisa menyemprot dari pantai. Sebenarnya juga membantu dalam mendukung perjalanan Dinas Walikota dan Wakil Walikota Tual, dan Sekretaris Daerah ketika berpergian ke wilayah pulau-pulau terjadi permasalahan di kapal atau Boad yang dipakai dapat dievakuasi dan dilakukan pemadaman,”sarannya.

Masalah lain lagi, yaitu ketika muncul kebakaran di hutan. Pasalnya, bisa saja hutan menyimpan hewan endemik yang perlu dilestarikan.

“Saya tidak tahu di wilayah pulau -pulau terdapat hewan endemik atau tidak, kataka floran dan fauna yang perlu dilestarikan. Kalau itu (flora/fauna) ada, ketika terjadi kebakaran kita tidak bisa membantu dan pasti hewan itu mati terbakar termasuk tanaman, ” akuinya.

Demikian, atas tantangan tersebut Jan berharap dukungan pemerintah Kota Tual agar dapat menyediakan fasilitas pemadam kebakaran yang memadai guna membantu fasiltas tersedia seperti 2 unit mobil Damkar berkapasitas 3000 liter.

“Kita baru melayani 2 kecamatan di daratan belum ke pulau-pulau. Saat ini armada tersedia 1 unit mobil berkapasitas 3.000 liter dan 1 unit mobil damkar yang baru berkapasitas 4.000 liter,”tutupnya. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *